• Jelajahi

    Copyright © Postnewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan MBG, Belasan Dirawat di Rumah Sakit

    Tuesday, September 15, 2026, 13:05 WIB Last Updated 2026-09-15T06:05:23Z

    Asahan - Puluhan siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kisaran, Kabupaten Asahan, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (14/9/2026).


    Sekitar 30 siswa dilaporkan mengalami sejumlah gejala, seperti mual, pusing, muntah-muntah hingga tubuh lemas. Peristiwa tersebut terjadi setelah para siswa menyantap makanan MBG yang dibagikan di lingkungan sekolah.


    Kepala MTsN 2 Kisaran, Drs. Damanhuri Lubis, membenarkan adanya kejadian tersebut.


    "Benar, ada sekitar tiga puluhan siswa mengalami pusing, mual dan muntah-muntah usai mengonsumsi menu MBG. Mungkin akibat keracunan," ujarnya.


    Damanhuri mengatakan, sebagian siswa kemudian mendapat penanganan medis. Sebanyak 12 siswa menjalani perawatan di IGD RSUD HAMS Kisaran dan tiga siswa lainnya dirawat di Rumah Sakit Wira Husada, sementara siswa lainnya telah dipulangkan ke rumah masing-masing.


    Staf TU MTsN 2 Kisaran yang bertugas piket, Rahmad Setiadi, menjelaskan kronologi kejadian. Sekitar pukul 11.30 WIB, kendaraan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) datang ke sekolah untuk mendistribusikan makanan MBG.


    Menu yang dibagikan terdiri dari nasi putih, ayam rendang, sambal tempe, acar timun dan wortel, serta potongan buah semangka.


    "Sekitar pukul 12.00 WIB, makanan dalam ompreng dibagikan kepada siswa dan kemudian dikonsumsi sekitar pukul 12.30 WIB," katanya. 


    Namun, menurut pihak sekolah, terdapat makanan yang tercium berbau tidak sedap dan diduga sudah tidak layak konsumsi. Kondisi tersebut kemudian dilaporkan kepada kepala sekolah.


    "Kepala sekolah pun segera mengambil langkah dengan mengimbau siswa melalui pengeras suara agar makanan yang baru diterima tidak dikonsumsi. Namun, sejumlah siswa sudah terlanjur menyantap makanan tersebut," ucapnya. 


    Tak berselang lama, sejumlah siswa mulai mengalami mual, pusing, muntah-muntah dan lemas serta keringat dingin. 


    Pihak sekolah kemudian melakukan penanganan awal dengan membawa siswa yang mengalami gejala ke fasilitas kesehatan terdekat, termasuk Rumkitban TNI di Jalan Latsitarda II.


    "karena keterbatasan fasilitas oksigen, sebagian siswa kemudian dirujuk ke RSUD HAMS Kisaran dan Rumah Sakit Wira Husada untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut," jelasnya Rahmad Setiadi. 


    Sementara dari Plt. Direktur RSUD HAMS Kisaran, dr. Eka Wildasari, mengatakan kondisi para siswa mulai membaik setelah mendapatkan penanganan medis. Meski demikian, para siswa tetap membutuhkan pengawasan dan penanganan intensif.


    "Keadaan anak-anak sudah mulai membaik dan perlu penanganan intensif untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan," ujarnya.


    Hingga berita ini diterbitkan, sejumlah siswa yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi MBG masih menjalani rawat inap berdasarkan rekomendasi dokter.


    Peristiwa ini menjadi perhatian serius terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya menyangkut keamanan, kelayakan dan kualitas makanan sebelum dikonsumsi para siswa. Penyebab pasti munculnya gejala tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan medis dan, bila diperlukan, pemeriksaan terhadap sampel makanan oleh pihak berwenang.


    (Z.Saragih). 


    Komentar

    Tampilkan