Kunjungan tersebut dilakukan bagian dari fungsi pemantauan dan pengawasan masyarakat terhadap pelaksanaan program pemerintah, khususnya yang bersumber dari anggaran negara.
Tim Investigasi DPD LIRA Kabupaten Nias yang hadir dalam kunjungan tersebut terdiri dari Denius Gulo, Aroziduhu Gulo, dan Yanuari Zebua.
Setibanya dilokasi, tim investigasi diterima langsung oleh Kepala Sekolah SDN 071071 Somolo-Molo Asaria Gea, S.Pd SD, Ketua P2SP Fatiso Lawolo, serta sejumlah guru.
Pada pertemuan tersebut, Kepala sekolah SD Negeri 071071 Somolo-Molo, Asaria Gea menyambut baik kunjungan DPD LIRA.
Menyatakan pihak sekolah siap memberikan informasi yang dibutuhkan terkait pelaksanaan program revitalisasi secara transparan,"ujar kepala sekolah Asaria Gea.
Lebih lanjut kepala sekolah Asaria Gea menyampaikan bahwa anggaran revitalisasi bersumber dari anggaran APBN Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, dengan pagu anggaran sebesar Rp. 1.128.202.906.
Menurut ketentuan, pelaksanaan pekerjaan dimulai awal bulan Agustus, dan target selesai 120 kalender,"jelas kasek Asaria Gea.
Selanjutnya kepala sekolah Asaria Gea memaparkan sejumlah item pekerjaan yang masuk dalam program revitalisasi tersebut. Diantaranya ada lima RKB termasuk ruang administrasi dengan bangunan baru permanen. Juga termasuk ada mobiler, seperti ; kursi, meja, dan lemari.
Kepala sekolah Asaria Gea berharap kepada pemerintah pusat terus melanjutkan revitalisasi tersebut, SDN 071071 Somolo-Molo masih butuh pembangunan selanjutnya, seperti ; ruang perpustakaan, ruang UKS, Rumah Dinas Guru, Kantin Sekolah, ruang Laboratorium, dan kantor Guru,"harapnya.
Selain itu, Informasi jumlah tenaga guru ada 10 orang termasuk kepala sekolah. Sedangkan jumlah siswanya dari kelas satu sampai kelas enam sebanyak 129 orang siswa.
Sementara itu, Ketua P2SP Fatiso Lawolo berterimakasih kepada pihaknya DPD LIRA Nias atas kunjungannya, dan tentu kami sepakat secara bersama memberikan yang akurat tekait pelaksanaan program revitalisasi tersebut.
Kita sambut baik program revitalisasi ini, karena peruntukannya untuk masyarakat kita. Kita menjaga kualitas bangunannya, karena program revitalisasi ini merupakan program unggulan untuk menunjang kegiatan pendidikan.
Ia menambahkan bahwa pengadaan material seperti jenis kayu, yang kita gunakan tipe kelas satu yakni jenis kayu SIMALaMBUO,"imbuhnya.
Ketua P2SP Fatiso Lawolo juga berharap kepada pemerintah agar ada kesinambungan program revitalisasi ini, karena SDN 071071 Somolo-Molo masih membutuhkan bangunan selanjutnya.
DPD LIRA apresiasi Transparansi Sekolah
Ditempat terpisah, disampaikan oleh Aroziduhu Gulo di Sekretariat DPD LIRA, Jalan Maduma No. 2 Hiliweto Gido, Senin (14/9). Mengapresiasi sikap transparansi yang ditunjukkan kepala sekolah, dan ketua P2SP dalam memaparkan pelaksanaan program revitalisasi tersebut.
Aroziduhu, menurutnya keterbukaan dalam memberikan informasi terkait program yang menggunakan anggaran negara merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan pengelolaan yang baik dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Aktivis DPD LIRA Nias ini menekankan bahwa terus kita lakukan upaya pengawasan, guna untuk mengedukasi bahwa program revitalisasi tersebut sangat penting bagi masyarakat terutama pada kebutuhan anak sekolah, untuk itu terus kita saling mengawasi agar pembangunannya dapat bermanfaat.
Kita di DPD LIRA Nias tidak melakukan tindakan yang melanggar aturan, atau mengintimidasi, hadir untuk mengedukasi masyarakat agar memahami penting pembangunan, dan mendukung proses pekerjaannya.
Harapan kita bersama, agar pelaksanaan program revitalisasi tersebut dapat diselesaikan tepat waktu, dan menghasilkan bangunan yang berkualitas sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi siswa dan masyarakat.
(Tim)







.jpg)


