TANGGAMUS - Warga Kecamatan Ulu Belu, Kabupaten Tanggamus, Lampung, mengeluhkan tingginya harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yang dijual di sejumlah Pertamini atau pengecer BBM di wilayah tersebut.
Harga Pertalite di tingkat pengecer dilaporkan mencapai Rp15.000 per liter, atau jauh lebih tinggi dibandingkan harga yang disebut warga berlaku di SPBU, yakni sekitar Rp10.000 per liter.
Kondisi tersebut membuat masyarakat, khususnya petani dan pekebun, merasa semakin terbebani. Pasalnya, BBM menjadi salah satu kebutuhan penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari, mulai dari mobilitas ke kebun hingga mengangkut hasil pertanian.
Keluhan warga mulai terdengar dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah pengguna kendaraan mengaku terpaksa membeli BBM di Pertamini karena akses menuju SPBU cukup jauh.
“Sangat memberatkan kami sebagai petani dan pekebun. Harga resmi di SPBU sekitar Rp10.000 per liter, tetapi di sini beli di Pertamini harganya sampai Rp15.000. Satu liter saja sudah mahal, apalagi kalau mengisi penuh tangki kendaraan,” ungkap seorang warga Muara Dua, Kecamatan Ulu Belu, Selasa (18/8/2026).
Menurut warga, tingginya harga BBM di tingkat pengecer tidak hanya berdampak pada pengeluaran untuk kendaraan pribadi, tetapi juga berpotensi meningkatkan berbagai biaya kebutuhan sehari-hari.
Warga lainnya mengatakan, jarak menuju SPBU membuat mereka tidak memiliki banyak pilihan selain membeli BBM di pengecer meskipun harganya lebih mahal.
“Kami terpaksa beli di sini karena jarak ke SPBU cukup jauh dan biaya perjalanan ke sana justru lebih mahal. Tapi kalau harganya terus dinaikkan seperti ini, kami tidak kuat,” keluhnya.
Kenaikan harga tersebut dikhawatirkan turut memberikan dampak berantai terhadap perekonomian masyarakat. Biaya transportasi menuju pasar, antar-jemput anak sekolah, hingga kebutuhan operasional untuk bertani dan berkebun ikut meningkat.
Warga pun mempertanyakan pengawasan terhadap harga jual BBM di tingkat pengecer. Mereka berharap instansi terkait segera turun ke lapangan untuk memastikan harga BBM yang dijual kepada masyarakat tidak memberatkan dan tidak terjadi praktik penjualan yang merugikan konsumen.
Masyarakat juga meminta pemerintah dan pihak terkait melakukan pendataan serta pengawasan terhadap penjualan BBM eceran, sekaligus memberikan penjelasan mengenai ketentuan harga jual BBM di tingkat pengecer.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai tingginya harga Pertalite di sejumlah Pertamini di Kecamatan Ulu Belu.
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar persoalan harga BBM dapat ditangani dan masyarakat kecil, khususnya petani serta pekebun, tidak semakin terbebani oleh tingginya biaya kebutuhan bahan bakar.
(Tim)







.jpg)


