Tanjungbalai - Baru berusia sekitar enam bulan, Marhaba Coffee yang berada di Jalan Rawo, Kelurahan Bunga Tanjung, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai, Minggu (9/8/2026) pagi, mulai dikenal sebagai salah satu tempat berkumpul berbagai kalangan,
Kedai kopi yang dikelola secara rumahan tersebut tidak hanya menawarkan racikan kopi, tetapi juga menghadirkan suasana santai yang membuat para pengunjung betah berlama-lama. Bahkan, tempat ini kerap menjadi titik temu warga dari berbagai latar belakang.
Di balik keberadaan Marhaba Coffee, terdapat cerita unik mengenai asal-usul nama TEMIKO yang kini melekat dengan tempat tersebut.
Menurut M. Ruslan, Kasi Humas Polres, nama TEMIKO bermula dari sebuah kipas angin merek Temiko berwarna ungu yang dibeli dan kemudian diberikan kepada Bambang Supriyatno atau yang akrab disapa Mas Bam.
Nama tersebut kemudian muncul secara spontan ketika sejumlah sahabat, di antaranya Bambang Priyatno (Mas Bam) Kasi Damkar, Nopta Tokoh Penuda, Mery Simargolang (Ayah Mery) Ketua Al Washliyah, Zulham Warga, Barianto (Wek Bagong) Lurah Indra Sakti, M. Ruslan Kasi Humas Polres, H. Badol Tokoh Masyarakat, Arjuna Winata (Arjuna) Pengusaha Muda, Alrivai (Aldo) MaMahasiswa, Sukri (bah sukri) Kabid Damkar, Erwin Rajo Lurah Pantai Burung, berkumpul dan nongkrong di tempat tersebut.
Saat itu, perhatian mereka tertuju pada kipas angin bermerek TEMIKO yang berada di sudut ruangan. Dari situlah muncul ide sederhana untuk menjadikan TEMIKO sebagai singkatan dari "TEmpat MInum KOpi".
Awalnya hanya becandaan saja. Tidak menyangka akhirnya menjadi nama yang benar-benar digunakan.
Seiring berjalannya waktu, Marhaba Coffee berkembang menjadi tempat nongkrong yang memiliki ciri khas tersendiri. Salah satu menu yang menjadi andalan adalah Cold Brew "Pamungkas".
Racikan tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung. Kepiawaian Bambang Supriyatno alias Mas Bam dalam meracik kopi, ditambah berbagai saran dan masukan dari para sahabat serta pelanggan, turut mendorong berkembangnya Marhaba Coffee.
Tak sedikit pengunjung yang mengaku kembali datang untuk menikmati racikan kopi tersebut. Bahkan, ada yang rela menempuh perjalanan dari kota ke kabupaten maupun sebaliknya hanya untuk kembali menikmati kopi di Marhaba Coffee.
Kondisi itu membuat kedai yang relatif sederhana tersebut memiliki daya tarik tersendiri di tengah keberadaan berbagai tempat nongkrong di Kota Tanjungbalai.
Pantauan dirinya di lokasi menunjukkan, Marhaba Coffee menjadi tempat berkumpul berbagai elemen masyarakat. Mulai dari pengemudi ojek, mahasiswa, pekerja, hingga kalangan orang tua terlihat menikmati suasana santai sembari berbincang.
Beragamnya pengunjung tersebut bahkan melahirkan sebutan unik dari kalangan pelanggan sebagai tempat berkumpulnya “elemen air, darat dan udara”.
Ungkapan tersebut tentu bukan dalam arti sebenarnya, melainkan sebagai gambaran bahwa Marhaba Coffee terbuka bagi siapa saja tanpa memandang latar belakang.
Karena keberagaman pengunjungnya itu pula, Marhaba Coffee secara bercanda kerap disebut sebagai “markas Avatar”, tempat berbagai elemen berkumpul dalam satu suasana.
Selain menawarkan kopi dan tempat berkumpul, Marhaba Coffee juga memiliki sebuah pesan yang menjadi ciri khas, yakni "Dapat Segernya, Dapat Ibadahnya".
Pesan tersebut tercermin ketika waktu salat tiba. Saat azan berkumandang dari masjid yang berada tidak jauh dari lokasi, aktivitas nongkrong sejenak dihentikan.
Sejumlah pengunjung memilih meninggalkan meja kopi untuk melaksanakan salat berjamaah. Setelah selesai menunaikan ibadah, mereka kembali ke kedai dan melanjutkan obrolan serta menikmati kopi.
Suasana tersebut menjadi pemandangan menarik. Aktivitas ngopi tidak hanya menjadi ruang bersosialisasi, tetapi juga berjalan beriringan dengan nilai-nilai keagamaan.
"Dapat segarnya, dapat ibadahnya," menjadi semacam semangat bahwa menikmati kopi dan berkumpul bersama teman tidak harus mengesampingkan kewajiban beribadah.
Dengan usia yang baru menginjak enam bulan atau "setengah kalender", Marhaba Coffee perlahan telah memiliki pelanggan dan cerita tersendiri.
Dari sebuah candaan tentang kipas angin merek TEMIKO, kemudian berubah menjadi identitas sebuah tempat ngopi. Kini, TEMIKO dan Marhaba Coffee menjadi bagian dari cerita kecil tentang bagaimana sebuah kedai sederhana dapat tumbuh karena persahabatan, racikan kopi, serta suasana kebersamaan.
Di tengah ramainya pilihan tempat nongkrong di Kota Tanjungbalai, Marhaba Coffee menawarkan sesuatu yang berbeda, kopi, persahabatan, kebersamaan, dan kesempatan untuk tetap mengingat ibadah.
Maka, ketika muncul pertanyaan, Nongkrong di mana?
Jawabannya sederhana :
Ke TEMIKO lah, ke Marhaba Coffee! ungkap Seorang Kasi Humas Polres Tanjungbalai saat menyirup satu gelas kopi di Marhaba Coffee dengan menyuangkan Kasat Pol PP Pahala Zulfikar di Hari Ulang Tahun.
(Z.Saragih).




.jpg)


