KABUPATEN NIAS - Panitia Deklarasi Cagar Budaya HO menggelar pertemuan Forum Konservasi Cagar Budaya Nga'oto (Keturunan) HO di Desa Lahemo, Dusun IV, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias, Sumatera Utara, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menyatukan persepsi empat marga keturunan HO sekaligus mendorong pelestarian Cagar Budaya HO agar dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata bersejarah.
Ketua Panitia Deklarasi Cagar Budaya HO, Drs. Fa'atulo Gulo, mengatakan pembentukan Cagar Budaya HO diawali dengan upaya menyamakan persepsi, khususnya di kalangan keturunan HO yang terdiri dari marga Waruwu, Halawa, Gulo, dan Ndraha.
Menurut Fa'atulo, komunikasi telah dilakukan dengan keempat marga tersebut melalui sejumlah pertemuan guna menyatukan tujuan dan membahas berbagai rencana kegiatan ke depan.
"Kami lakukan komunikasi dengan empat marga dan melakukan pertemuan untuk menyatukan tujuan kegiatan selanjutnya," ujar Fa'atulo Gulo.Ia menjelaskan, dalam proses persiapan kegiatan, panitia bersama masyarakat setempat dan didukung Pemerintah Desa Lahemo melaksanakan gotong royong membersihkan kawasan lapangan Cagar Budaya HO.
Selanjutnya, panitia bersama berbagai pihak menyepakati sejumlah kegiatan, termasuk pelaksanaan pertemuan deklarasi Cagar Budaya HO yang digelar pada Sabtu (26/9/2026).
Fa'atulo Gulo alias Ama Firman juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut, khususnya masyarakat dan pihak yang memberikan bantuan serta berpartisipasi secara finansial.
Ia mengakui, selama proses persiapan kegiatan terdapat berbagai tantangan dan perbedaan pendapat. Namun, melalui komunikasi dan musyawarah, berbagai perbedaan tersebut dapat disepakati sehingga seluruh pihak dapat menyatukan persepsi untuk mencapai tujuan bersama.
Fa'atulo mengatakan pembugaran dan penataan Cagar Budaya HO diharapkan dapat menjadikannya sebagai salah satu destinasi wisata bersejarah di Kabupaten Nias.
Menurutnya, apabila kawasan tersebut ditata dan dikembangkan dengan baik, Cagar Budaya HO berpotensi memiliki daya tarik bagi wisatawan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, khususnya para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Kita harapkan ke depannya ada kucuran anggaran untuk pembangunan Cagar Budaya HO," harapnya.
Ia menambahkan, pihaknya juga telah mengusulkan iuran sebagai salah satu bentuk dukungan untuk membantu pembangunan dan pengembangan Cagar Budaya HO agar dapat diwujudkan sebagai destinasi wisata bersejarah.
Pantauan wartawan Postnewstv.id, kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Nias Yaatulo Gulo, S.E., S.H., M.Si., Ketua DPRD Kabupaten Nias Sabayuti Gulo, S.E., Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu, mantan anggota DPRD Sumatera Utara Sudirman Halawa, anggota DPRD Sumatera Utara Berkat Laoli, sejumlah tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Kehadiran berbagai unsur tersebut turut memberikan dukungan terhadap upaya pelestarian dan pengembangan Cagar Budaya HO di Desa Lahemo.
(ArG)








.jpg)


