Kabupaten Nias – Masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan di seluruh Indonesia, dinilai merindukan pola kepemimpinan pada era Presiden Republik Indonesia ke-7, Joko Widodo. Hal ini disampaikan oleh Aktivis DPD LIRA Kabupaten Nias, Aroziduhu Gulo, saat ditemui di Sekretariat Jalan Maduma Nomor 2 Hiliweto Gido, Kabupaten Nias, Sumatera Utara, Senin (27/4/2026).
Aroziduhu Gulo menegaskan bahwa selama dua periode kepemimpinan Jokowi, program Dana Desa memberikan dampak nyata bagi pembangunan di desa-desa, khususnya di wilayah Kepulauan Nias. Menurutnya, kebijakan tersebut telah mendorong percepatan pembangunan yang sebelumnya sulit dirasakan oleh masyarakat pedesaan.
Ia menjelaskan bahwa Dana Desa pada masa itu diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur, terutama jalan desa. Berbagai bentuk pembangunan telah terealisasi, mulai dari pembukaan badan jalan, pembangunan jalan telford, rabat beton, hingga pengaspalan, yang secara langsung meningkatkan aksesibilitas masyarakat.
“Selama sepuluh tahun terakhir, Dana Desa sangat berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat. Di Kepulauan Nias, yang sebelumnya hanya memiliki jalan setapak, kini sudah bisa dilalui kendaraan roda dua bahkan roda empat,” ujar Aroziduhu.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa pembangunan infrastruktur jalan desa telah mempermudah masyarakat dalam memasarkan hasil komoditas ke pasar. Jika sebelumnya masyarakat harus mengangkut hasil pertanian secara manual sejauh hingga 15 kilometer, kini akses tersebut menjadi jauh lebih mudah berkat pembangunan jalan dari Dana Desa.
Aroziduhu juga menekankan pentingnya keberlanjutan dan peningkatan kualitas pembangunan infrastruktur desa. Ia berharap jalan yang sudah dibangun dengan perkerasan seperti telford dapat ditingkatkan menjadi jalan beraspal agar manfaatnya lebih maksimal dan berkelanjutan.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa pembatasan ruang Dana Desa melalui kebijakan saat ini berpotensi menyebabkan kemunduran di desa. Selain itu, keterbatasan anggaran juga dapat berdampak pada minimnya pemeliharaan infrastruktur yang sudah ada.
Menurutnya, kondisi ekonomi masyarakat sangat bergantung pada kualitas akses jalan. Ia juga menyoroti kesejahteraan kepala desa dan perangkat desa yang dinilai menurun, serta dampaknya terhadap perputaran ekonomi masyarakat, termasuk sektor usaha kecil.
Selain itu, berkurangnya tunjangan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) turut mempengaruhi aktivitas ekonomi, terutama bagi pelaku usaha kecil seperti kantin di sekitar perkantoran yang kini mulai sepi bahkan tutup.
Di akhir pernyataannya, Aroziduhu Gulo berharap agar ke depan, khususnya menjelang Pemilihan Presiden 2029, muncul sosok pemimpin yang memiliki gaya kepemimpinan yang berpihak pada kesejahteraan rakyat, sebagaimana yang dirasakan masyarakat pada masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo.
(Tim)





.jpg)


