EMPAT LAWANG – Keberadaan jembatan gantung di Desa Tanggarasa, Kecamatan Sikap Dalam, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial pada Jumat (24/04/2026).
Pasalnya, proyek yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahap II Tahun 2025 tersebut dilaporkan sudah mengalami kerusakan di sejumlah titik, meskipun pembangunan belum sepenuhnya rampung.
Kepala Desa Tanggarasa, Andizon, saat dikonfirmasi media, tidak menampik adanya kerusakan tersebut. Namun, ia menjelaskan bahwa secara administratif proyek jembatan itu belum dilakukan serah terima.
“Jembatan ini masih menjadi tanggung jawab pihak pemborong. Memang benar ada kerusakan di beberapa titik, namun perlu diketahui bahwa jembatan ini belum diverifikasi atau disertifikasi oleh Pendamping Desa maupun pihak Kecamatan,” ujar Andizon.
Ia juga mengungkapkan, tingginya aktivitas warga selama masa panen kopi pada Maret hingga April menjadi salah satu faktor penyebab beban berat yang melintasi jembatan, meski pembangunan belum mencapai 100 persen.
Meski demikian, Andizon menegaskan pihaknya akan segera meminta pelaksana proyek untuk melakukan perbaikan sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB).
“Kami memahami harapan masyarakat sangat besar. Saya berjanji bangunan ini akan diperbaiki kembali agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh warga,” tegasnya.
Di sisi lain, masyarakat berharap perbaikan dilakukan secara menyeluruh dan permanen, bukan sekadar perbaikan sementara. Pasalnya, jembatan tersebut merupakan akses vital bagi aktivitas ekonomi warga, termasuk bagi anak-anak sekolah serta distribusi hasil pertanian.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pendamping Desa dan Kecamatan Sikap Dalam belum memberikan keterangan resmi terkait jadwal verifikasi lapangan untuk memastikan kelayakan fisik bangunan yang menggunakan dana negara tersebut.
(Tarmizi)





.jpg)


