KENDAL - Pemerintah Kabupaten Kendal mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah ini dilakukan guna mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat,"kata Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari saat acara Halal Bihalal BUMD Kendal di Pendopo Tumenggung Bahurekso, Kamis (16/04/2026). Ia menegaskan, BUMD memiliki peran strategis dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah.
Ia Bupati menyampaikan bahwa pengurangan Transfer ke Daerah (TKD), BUMD diharapkan menjadi salah satu sumber utama peningkatan PAD. “BUMD menjadi andalan untuk menambah PAD Kendal, sehingga harus terus meningkatkan kinerja dan inovasi,"terangnya
Selain itu, Bupati juga mendorong BUMD untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak. “BUMD Kendal agar terus meningkatkan kemitraan dengan berbagai pihak, sehingga bisa mengurangi ketergantungan modal dari Pemkab Kendal,"tuturnya
Saat ini terdapat tujuh BUMD di Kendal, di antaranya PD Aneka Usaha, PDAM Tirto Panguripan, BPR Kendali Arta, dan PD Farmasi. Selain itu, Pemkab Kendal juga memiliki penyertaan modal di Bank Jateng, BPR BKK Kendal, dan BPR BKK Jateng.
Sementara itu, Pj Sekda Kendal Agus Dwi Lestari menyampaikan, pada 2025, BUMD Kendal menyumbang PAD sebesar Rp 7,1 miliar. Kontribusi terbesar berasal dari PDAM Tirto Panguripan yang mencapai Rp 4,5 miliar.
Ia menambahkan, BUMD lainnya juga memberikan kontribusi meski nilainya lebih kecil. Namun demikian, seluruh BUMD tercatat dalam kondisi surplus atau memperoleh keuntungan.
BUMD Kendal lainnya ada yang sekitar Rp 1,5 miliar. Alhamdulillah semuanya surplus walaupun keuntungannya masih terbatas dan lebih baik lagi,"pungkasnya
(Prawoto)



.jpg)


