• Jelajahi

    Copyright © Postnewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Bupati Kendal Apresiasi Masyarakat Rebut Gunungan Jelang Ramadhan 1447 Hijriyah

    Tuesday, February 17, 2026, 18:33 WIB Last Updated 2026-02-18T02:36:55Z

    KENDAL – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, ratusan warga Kabupaten Kendal, memadati halaman Masjid Agung Kendal, Selasa (17/2/2026) sore, untuk mengikuti tradisi gerebek gunungan.


    Empat gunungan berisi hasil bumi seperti kacang panjang, terong, bayam, kangkung, cabai, dan mentimun menjadi rebutan warga sebagai simbol berkah dan rasa syukur.


    Salah satu , warga Kendal Solehah mengaku senang mendapatkan kol dan cabai. Ia berencana memasaknya untuk santap sahur pertama Ramadan ini bisa untuk saur dan buka puasa. Semoga membawa berkah barokah,"ujarnya


    Ketua Takmir Masjid Agung Kendal, Asroi Thohir, menjelaskan bahwa Dugderan tidak hanya ada di Kendal, tetapi juga di sejumlah daerah lain sebagai ekspresi kebahagiaan menyambut bulan suci. Tradisi Dugderan adalah warisan budaya para pendahulu. Ini ungkapan rasa bahagia karena Ramadan akan tiba,"tuturnya


    Ia juga berharap para penceramah di masjid dan musala dapat menyampaikan bahwa tradisi budaya Islam lahir dari inspirasi nilai-nilai Al-Qur’an dan hadis. Selain itu, Asroi mengajak umat Islam mempersiapkan mental dan fisik agar dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan optimal. Kita harus menyambut bulan suci ini dengan bahagia dan menghargai saudara kita yang tidak berpuasa karena perbedaan keyakinan," tegas Takmir Masjid Kendal


    Sementara itu, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari seusai membuka tradisi Dugderan, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan warisan budaya yang harus dilestarikan dan terus dijaga


    “Terima kasih kepada takmir masjid dan panitia yang telah melaksanakan dan melestarikan tradisi budaya ini. Tradisi Dugderan tidak sekadar perayaan, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, rasa syukur, dan kegembiraan masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriya,"pungkasnya


    (Prawoto)

    Komentar

    Tampilkan