• Jelajahi

    Copyright © Postnewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kisah Pilu Pemuda Nias, Diduga Tertipu Loker di Facebook hingga Terlantar di Kota Tanjungbalai

    Selasa, 03 November 2026, 08:09 WIB Last Updated 2026-11-03T01:09:42Z

    Tanjungbalai - Niat hati merantau untuk mencari pekerjaan demi memperbaiki kehidupan, seorang pemuda asal Kabupaten Nias Selatan, Yusman Laia (24) Tahun, justru mengalami nasib memilukan. Diduga menjadi korban penipuan berkedok lowongan kerja (loker) melalui media sosial Facebook, Yusman terdampar di Kota Tanjungbalai, kehilangan tas dan telepon genggam, hingga terpaksa meminta bantuan makanan kepada masyarakat untuk bertahan hidup Senin malam (2/11/2026). 


    Yusman merupakan warga Desa Dao Dao Januwe, Kecamatan Susua, Kabupaten Nias Selatan. Perjalanan yang awalnya diharapkan membawa harapan mendapatkan pekerjaan, justru berujung pada kondisi sulit setelah pihak yang menawarkan pekerjaan diduga tidak lagi dapat dihubungi.


    Peristiwa tersebut bermula pada Senin (26/10/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu, Yusman tiba di kawasan Simpang Kawat, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan.


    Setibanya di lokasi, ia mencoba menghubungi kembali pihak yang menawarkan pekerjaan melalui pesan WhatsApp, sebagaimana nomor yang tercantum dalam informasi lowongan kerja yang diperolehnya dari Facebook. Namun, pesan yang dikirim hanya menunjukkan tanda centang satu dan tidak mendapat balasan.


    Meski tidak memperoleh kepastian, Yusman tetap melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki dari Simpang Kawat menuju Kota Tanjungbalai. Ia mengikuti petunjuk berbagi lokasi (share location) yang sebelumnya diberikan oleh pihak yang menawarkan pekerjaan tersebut.


    Setelah tiba di Kota Tanjungbalai, Yusman kemudian menuju Lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah atau yang dikenal masyarakat sebagai Lapangan Pasir, Kelurahan Pantai Burung, Kecamatan Tanjungbalai Selatan.


    Karena kondisi cuaca sedang hujan, ia berteduh di sebuah pondok di sekitar lapangan tersebut. Dalam keadaan lelah, sekitar pukul 03.15 WIB, Yusman tertidur.


    Namun, saat terbangun sekitar pukul 08.00 WIB, ia mendapati tas dan telepon genggam miliknya sudah tidak berada di tempat. Kehilangan barang-barang tersebut semakin memperburuk kondisinya, terlebih ia tidak mengenal lingkungan Kota Tanjungbalai.


    Yusman kemudian berusaha meminta pertolongan kepada warga yang berada tidak jauh dari lokasi. Ia meminta bantuan untuk menghubungi nomor WhatsApp miliknya guna memastikan keberadaan telepon genggam tersebut. Namun, nomor yang dihubungi ternyata sudah tidak aktif.


    Tanpa bekal yang memadai, tidak memiliki alat komunikasi, serta kebingungan mencari tujuan, Yusman akhirnya berjalan menuju salah satu gerai Indomaret di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Karya, Kecamatan Tanjungbalai Selatan.


    Dalam kondisi serba terbatas, ia terpaksa meminta bantuan kepada masyarakat untuk sekadar mendapatkan makanan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.


    Setelah kurang lebih satu minggu berada dalam situasi sulit, Yusman akhirnya mendatangi Polres Tanjungbalai untuk melaporkan kehilangan tas dan telepon genggam miliknya.


    Awalnya, ia menyampaikan kejadian tersebut kepada petugas di pos penjagaan depan Mapolres Tanjungbalai. Selanjutnya, petugas mengarahkannya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) untuk mendapatkan pelayanan lebih lanjut.


    Melihat kondisi Yusman dan mengetahui bahwa dirinya merupakan warga asal Nias Selatan, personel Polres Tanjungbalai kemudian berinisiatif menghubungi H. Zebua, salah seorang tokoh masyarakat Nias yang tergabung dalam Organisasi Orahua Sendoro Talifusö Etnis Nias Kota Tanjungbalai (OSEDA).


    Langkah tersebut dilakukan untuk menjalin komunikasi dengan tokoh masyarakat Nias agar Yusman memperoleh perhatian dan bantuan selama berada di Kota Tanjungbalai.


    Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kasi Humas Polres Tanjungbalai, IPDA M. Ruslan, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa personel kepolisian telah berupaya menghubungkan Yusman dengan tokoh masyarakat Nias guna membantu meringankan kondisi yang dialaminya.


    Kasi Humas juga mengingatkan masyarakat, khususnya para pencari kerja, agar lebih berhati-hati terhadap informasi lowongan pekerjaan yang beredar di media sosial.


    "Jangan mudah percaya terhadap tawaran pekerjaan yang belum jelas identitas perusahaan, alamat kantor, maupun pihak yang bertanggung jawab," demikian imbauan Kasi Humas Polres Tanjungbalai.


    Masyarakat juga diminta memastikan kebenaran informasi lowongan kerja sebelum memutuskan berangkat ke luar daerah. Terlebih apabila calon pekerja diminta mengikuti petunjuk lokasi dari orang yang belum dikenal tanpa adanya kejelasan alamat dan identitas perusahaan.


    Peristiwa yang dialami Yusman menjadi pengingat bahwa di balik harapan mendapatkan pekerjaan, ada risiko yang harus diwaspadai. Jangan sampai niat tulus mencari nafkah demi masa depan justru berujung penderitaan akibat ulah pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.


    Sementara itu, dugaan penipuan berkedok lowongan kerja tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut untuk memastikan pihak yang menawarkan pekerjaan serta kronologi sebenarnya. 


    (Z.Saragih). 

    Komentar

    Tampilkan