Tanjungbalai - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia melaksanakan Sosialisasi dan Penguatan Pengawasan Partisipatif dalam Pengawasan Penyelenggaraan Pemilihan Umum melalui Bawaslu Kota Tanjungbalai, Jum'at (30/10/2026).
Bertempat di Aula Raja Bahagia Resto, Sirantau, Datuk Bandar. giat tersebut dihadiri Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Dr. H. Ahmad Doli Kurnia Tandjung, S.Si., MT, didampingi anggota Bawaslu Sumatera Utara, Koordiv Penanganan Pelanggaran, Johan Alamsyah,SH., MH. serta Ketua dan anggota Bawaslu Tanjungbalai, H. Dedy Hendrawan, SH., MH. Amri, SH. dan Nazmi Hidayat S.
Dalam kesempatan itu, Ketua Bawaslu Tanjungbalai, Dedy mengucapkan selamat datang sembari menghaturkan terima kasih atas kesediaan Komisi II DPR RI sebagai pembicara dalam giat Sosialisasi dan Penguatan Pengawasan Partisipatif tersebut.
Senada Dedy, Bawaslu Provinsi Sumatera Utara Koordiv Penanganan Pelanggaran, Johan Alamsyah dalam sambutannya menambahkan bahwa Pengawasan Pemilihan umum membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat hingga akar rumput.
Usai membuka kegiatan secara resmi, Ahmad Doli Kurnia Tandjung menyampaikan selayang pandang mengenai pengawasan partisipatif. Mengingat pengawasan Pemilu bukan hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu, masyarakat juga memiliki peran penting dalam mencegah politik uang, menyebarkan informasi yang benar, memantau tahapan Pemilu, serta melaporkan dugaan pelanggaran sesuai mekanisme yang berlaku.
"Pengawasan Pemilu bukan hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu. Perlu peran aktif seluruh elemen masyarakat untuk mengawal proses demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas," jelas Doli.
Usai opening ceremony, giat berlanjut dengan pemaparan Koordiv Hukum, Pencegahan Parmas dan Humas (HPPH) Bawaslu Tanjungbalai, Nazmi Hidayat S, terkait Partisipasi warga yang menjadi kunci mencegah terjadinya pelanggaran, mengenali hak konstitusional sejak dini serta menjaga integritas demokrasi.
Dalam paparannya, Nazmi juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya penyelenggaraan Pemilu yang demokratis. Menurutnya, masyarakat tidak cukup hanya menggunakan hak pilih, tetapi juga perlu ikut mengawasi setiap tahapan Pemilu.
"Pengawasan partisipatif merupakan tanggung jawab bersama. Keterlibatan masyarakat, pemuda dan seluruh pemilih sangat penting untuk menjaga kualitas demokrasi kedepannya," ujarnya.
Nazmi yang akrab disapa Bung Naz Sinaga itu berharap dengan pelaksanaan giat dimaksud mampu memberikan edukasi bagi masyarakat sehingga semakin memahami pentingnya menolak politik uang, mencegah pelanggaran, serta menyampaikan laporan sesuai ketentuan yang berlaku sebagai upaya mewujudkan pemilu dan pemilihan yang berkualitas dimasa mendatang.
(Z.Saragih).






.jpg)

