KABUPATEN NIAS – Setelah menjadi sorotan pemberitaan terkait serangan hama yang merusak tanaman padi milik petani di Desa Somi, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias, tim Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Gido akhirnya turun langsung meninjau kondisi persawahan warga dan melakukan penyemprotan pada Kamis (29/10/2026). Langkah tersebut dilakukan untuk melihat kondisi tanaman yang terdampak sekaligus menindaklanjuti keluhan petani terkait serangan hama yang mengancam hasil panen.
Informasi tersebut disampaikan Ama Lindung Gulo, anggota Kelompok Tani Sinar Semi di Desa Somi, melalui sambungan telepon seluler. Ia membenarkan bahwa petugas PPL Pertanian Kecamatan Gido telah datang ke lokasi untuk melihat secara langsung kondisi sawah warga yang terlanjur diserang hama.
Ama Lindung Gulo mengapresiasi langkah petugas yang akhirnya turun ke lapangan setelah persoalan tersebut mendapat sorotan pemberitaan media. Namun, ia berharap peninjauan tersebut tidak berhenti pada kunjungan semata, melainkan diikuti dengan langkah konkret untuk mengendalikan hama yang menyerang tanaman padi petani.
“Kami mengapresiasi petugas yang sudah turun melihat kondisi sawah kami. Harapan kami, ada solusi nyata agar hama yang menyerang tanaman padi bisa segera diatasi dan kerugian petani tidak semakin besar,” ungkapnya.
Meski demikian, Ama Lindung Gulo juga menyampaikan kekecewaannya karena peninjauan baru dilakukan setelah persoalan tersebut diberitakan. Menurutnya, apabila pemantauan dan pendampingan dilakukan sejak awal, serangan hama di persawahan warga diharapkan dapat diketahui lebih cepat sehingga penanganannya tidak terlambat.
“Kenapa baru sekarang PPL turun ke lapangan setelah disorot pemberitaan? Kalau sejak awal dilakukan peninjauan, mungkin kondisi sawah kami tidak sampai separah ini akibat serangan hama,” keluhnya.
Ia berharap petugas pertanian lebih aktif melakukan pemantauan terhadap kondisi tanaman padi di wilayah binaannya, terutama ketika petani menghadapi persoalan yang berpotensi mengancam hasil panen dan pendapatan keluarga.
Sementara itu, Kepala Tim Penyuluh Pertanian Kecamatan Gido, Peludimen G. Silalahi, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler, menjelaskan bahwa timnya telah turun langsung untuk memeriksa kondisi persawahan warga. Ia juga menyampaikan bahwa penyemprotan dilakukan bersama petani pada sore hari sekitar pukul 15.00 WIB.
Peludimen menjelaskan, sebagian petani yang mengalami persoalan tersebut merupakan warga yang baru membuka lahan persawahan sehingga masih berada dalam tahap penyesuaian dalam pengelolaan tanaman padi.
Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya telah menghubungi sejumlah kelompok tani. Menurutnya, keterbatasan waktu menjadi salah satu kendala apabila tim harus mengunjungi seluruh lokasi persawahan warga dalam waktu bersamaan.
“Kami berharap apabila ada keluhan atau persoalan yang dialami petani, anggota kelompok tani dapat langsung menghubungi tim agar kami bisa segera turun ke lapangan untuk melihat kondisi yang terjadi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Peludimen mengatakan bahwa tim penyuluh sebenarnya telah memiliki jadwal untuk berkeliling memantau persawahan warga. Namun, dalam pelaksanaannya, terkadang petugas datang ketika pemilik sawah tidak berada di lokasi sehingga pemantauan tidak dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan.
Menurutnya, petani yang baru mulai mengelola lahan persawahan juga masih memerlukan penyesuaian dan pendampingan dalam proses budidaya tanaman padi.
Dengan turunnya tim PPL Pertanian Kecamatan Gido, para petani diharapkan memperoleh pendampingan yang lebih intensif, khususnya dalam mengidentifikasi jenis hama, menentukan metode pengendalian yang tepat, serta mencegah serangan serupa meluas ke lahan persawahan lainnya.
Petani juga berharap komunikasi antara kelompok tani dan petugas penyuluh dapat berjalan lebih efektif sehingga setiap persoalan di lapangan bisa segera ditindaklanjuti tanpa harus menunggu kondisi tanaman semakin parah.
Penanganan yang cepat, tepat, dan berkelanjutan dinilai penting untuk menjaga produktivitas pertanian serta melindungi hasil panen yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.
(Tim)







.jpg)

