GUNUNGSITOLI – Festival Literasi Kota Gunungsitoli Tahun 2026 tidak hanya menjadi momentum untuk menumbuhkan minat baca masyarakat, tetapi juga menjadi wadah bagi pelajar, masyarakat, dan pemerintah desa untuk menunjukkan kreativitas serta prestasi di bidang literasi.
Kegiatan yang digelar Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Gunungsitoli tersebut diisi dengan berbagai rangkaian lomba yang bertujuan mendekatkan masyarakat dengan buku, perpustakaan, informasi, sekaligus mendorong lahirnya berbagai karya kreatif.
Dalam Festival Literasi 2026, terdapat tiga kategori lomba yang menjadi bagian utama kegiatan, yakni Lomba Perpustakaan Desa Terbaik, Lomba Resensi Buku Berbasis Koleksi Perpustakaan, serta Lomba Video Konten Literasi.
Pada kategori Lomba Perpustakaan Desa Terbaik, Desa Fadoro Lasara berhasil meraih Juara I. Posisi Juara II diraih Desa Onowaembo, sedangkan Juara III diraih Desa Simanaere Idanoi. Selain itu, sejumlah desa lainnya juga berhasil meraih penghargaan sebagai juara harapan.
Sementara itu, pada Lomba Resensi Buku Berbasis Koleksi Perpustakaan, Juara I diraih Bertin Hulu dari SMA Negeri 1 Gunungsitoli. Juara II diraih William Tigmadriško Zebua dari SMA Negeri 3 Gunungsitoli, sedangkan Juara III diraih Arya Dela Zega dari SMA Swasta Santo Xaverius Gunungsitoli.
Kreativitas generasi muda juga terlihat dalam Lomba Video Konten Literasi. Josia Sosilo Waruwu berhasil meraih Juara I melalui karya berjudul “Jejak Literasi, Jejak Masa Depan”. Juara II diraih Shinta Alfyah Zega melalui karya “Generasi Literat Gunungsitoli: Dari Membaca Menuju Berkarya”, sementara Juara III diraih Yosua Victorada Gea melalui karya “Dari Halaman Buku ke Masa Depan”. Penghargaan juara harapan juga diberikan kepada sejumlah peserta lainnya.
Beragam karya yang ditampilkan dalam festival tersebut menunjukkan bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan aktivitas membaca buku. Literasi juga dapat berkembang menjadi gagasan untuk menulis, menghasilkan karya visual, menciptakan konten positif, hingga mendorong desa dalam membangun lingkungan yang mendukung tumbuhnya budaya membaca.
Bagi masyarakat, khususnya generasi muda, Festival Literasi 2026 memberikan ruang untuk belajar, berekspresi, berkreasi, sekaligus memperoleh apresiasi atas karya yang dihasilkan. Sementara bagi pemerintah desa, penguatan perpustakaan menjadi bagian penting dalam memperluas akses pengetahuan dan informasi bagi masyarakat.
Melalui Festival Literasi Kota Gunungsitoli Tahun 2026, Pemerintah Kota Gunungsitoli terus mendorong tumbuhnya budaya membaca sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk berkarya dan berprestasi.
Diharapkan semangat literasi yang tumbuh melalui festival tersebut tidak berhenti setelah kegiatan berakhir, tetapi terus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Dengan demikian, budaya literasi dapat berkontribusi dalam membentuk masyarakat yang berpengetahuan, kreatif, dan memiliki daya saing.
(Diskominfo Gunungsitoli.co.id/Pidar)







.jpg)

