Kegiatan gotong royong tersebut menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan program TMMD ke-130 yang akan menyasar pembangunan fisik dan nonfisik di wilayah Kecamatan Somolo-Molo.
Danramil 02/Gido Kapten Infanteri Maulana Yahya mengatakan, program TMMD ke-130 mencakup dua kegiatan utama, yakni pembangunan fisik dan kegiatan nonfisik.
Untuk sasaran fisik, program tersebut meliputi pembukaan badan jalan, pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembangunan MCK, serta rehabilitasi rumah ibadah.Sementara kegiatan nonfisik meliputi sosialisasi mengenai pentingnya kesadaran hukum, pencegahan penyalahgunaan narkoba, wawasan kebangsaan, kesehatan, pembagian paket penanganan stunting bagi masyarakat serta ibu hamil, dan sosialisasi tanggap bencana.
“Juga sosialisasi tanggap bencana,” ujar Kapten Infanteri Maulana Yahya.
Dandim 0213/Nias Letkol Infanteri Indra Rukmana, S.H., mengatakan kehadiran TNI melalui program TMMD merupakan bagian dari upaya membantu masyarakat dalam pembangunan infrastruktur sekaligus mengatasi berbagai kesulitan yang dihadapi warga.
Menurutnya, pembangunan akses jalan memiliki dampak terhadap aktivitas dan perekonomian masyarakat. Dengan akses jalan yang lebih baik, mobilitas warga diharapkan semakin lancar dan dapat mendukung peningkatan taraf hidup masyarakat.
“Tujuannya, agar ada peningkatan taraf hidup masyarakat di bidang ekonomi bila akses jalannya bagus. Program TMMD 130 ini juga untuk melakukan renovasi rumah yang tidak layak huni, sehingga warga mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak. Tempat ibadah juga mendapatkan kenyamanan untuk beribadah setelah dilakukan renovasi. Selain itu, dilakukan perbaikan MCK warga,” ujar Letkol Inf. Indra Rukmana.
Ia menjelaskan, salah satu sasaran utama TMMD ke-130 adalah pembukaan badan jalan sepanjang sekitar 1,5 kilometer. Ruas jalan tersebut menghubungkan Desa Lewuoguru menuju Desa I'odano dan Desa Lewuombanua.
Selain pembukaan badan jalan, program tersebut juga mencakup pembangunan lima titik sumur bor, lima unit RTLH, rehabilitasi dua rumah ibadah, serta pembangunan lima unit MCK.
Pekerjaan fisik tersebut dijadwalkan mulai dibuka pada 13 Oktober 2026 dan ditargetkan selesai pada 11 November 2026.
Letkol Inf. Indra Rukmana menambahkan, program TMMD juga merupakan bentuk dukungan TNI kepada pemerintah daerah dalam pembangunan dan efisiensi penggunaan anggaran, khususnya untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur masyarakat.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Ketua DPRD Kabupaten Nias, Camat Somolo-Molo, para kepala desa, tokoh masyarakat, dan seluruh warga yang ikut mendukung kegiatan gotong royong tersebut.
“Antusias masyarakat merupakan simbol kekuatan kita dalam membangun desa,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Nias Sabayuti Gulo, S.E., mengapresiasi pelaksanaan program TMMD ke-130 serta keterlibatan langsung Dandim 0213/Nias dan Danramil 02/Gido dalam kegiatan gotong royong di wilayah Kecamatan Somolo-Molo.
Ia juga mengapresiasi antusias masyarakat Desa Lewuoguru dan para tokoh masyarakat yang turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Sabayuti Gulo mengajak masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi antardesa, khususnya dalam membuka dan menghubungkan akses jalan yang dapat menunjang aktivitas masyarakat.
Menurutnya, program TMMD ke-130 dapat membantu pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur di tengah keterbatasan fiskal daerah.
“Kita berharap program TMMD ini dapat dilaksanakan di seluruh wilayah Kabupaten Nias,” harapnya.
(ArG)








.jpg)

