LUBUKLINGGAU – Pemerintah Kota Lubuklinggau melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) terus melakukan penataan dan pemeliharaan Ruang Terbuka Publik (RTP) sepanjang 2026 untuk mewujudkan kawasan perkotaan yang asri, nyaman, aman, dan berwawasan lingkungan. Program ini dilaksanakan melalui pemeliharaan taman, peningkatan fasilitas publik, serta pengembangan desain ornamen Bunga Tunjuk Langit dan Bunga Lingge sebagai salah satu ciri khas Kota Lubuklinggau, dalam mendukung visi dan misi Linggau Juara melalui program strategis “Pesona Kota” dan “Penyediaan RTP”.
Kepala DPRKP Kota Lubuklinggau, Febrio Fadilah, mengungkapkan bahwa pihaknya terus mengintensifkan berbagai program pemeliharaan berkala dan peningkatan fasilitas di sejumlah ruang terbuka publik di wilayah perkotaan.
“Fokus utama perbaikan dan penataan tahun ini ditujukan pada taman kota, antara lain Taman Alun-Alun Merdeka dan Taman Komunitas yang memainkan peran sentral sebagai pusat interaksi sosial, sarana rekreasi keluarga, sekaligus paru-paru kota,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut meliputi perapian vegetasi, perawatan sarana dan prasarana, serta pengembangan konsep desain baru untuk memperindah taman-taman di Kota Lubuklinggau.
Salah satu konsep yang dihadirkan adalah pembaruan tampilan air mancur di Alun-Alun Merdeka, pembangunan pergola, serta penambahan sejumlah spot foto yang mengusung ornamen Bunga Tunjuk Langit dan Bunga Lingge sebagai identitas khas daerah.
“Konsep desain tersebut antara lain tampilan baru dari air mancur Alun-Alun Merdeka, pergola, serta spot foto baru yang menghadirkan desain ornamen Bunga Tunjuk Langit dan Bunga Lingge yang menjadi salah satu ciri khas Kota Lubuklinggau,” ujarnya.
Selain mempercantik kawasan perkotaan, DPRKP Kota Lubuklinggau juga memastikan taman-taman kota tetap terawat dan berada dalam kondisi optimal, aman, serta ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.
Menurut Febrio, upaya tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah untuk meningkatkan estetika kota, menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan, dan menyediakan ruang publik yang inklusif bagi masyarakat.
“Langkah intensif ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah untuk mempercantik estetika Kota Lubuklinggau, menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan, serta menyediakan ruang publik yang inklusif bagi warga Kota Lubuklinggau,” katanya.
Febrio juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi memberikan ide, masukan, dan saran guna mendukung pengembangan ruang terbuka publik yang semakin representatif pada masa mendatang.
“Saya membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan ide dan saran agar estetika Kota Lubuklinggau lebih baik pada masa yang akan datang,” pungkasnya.
(SMSI Linggau)







.jpg)

