• Jelajahi

    Copyright © Postnewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    DPD LIRA Nias Apresiasi Transparansi Kasek dan P2SP dalam Pelaksanaan Revitalisasi SMPN 1 Somolo-Molo

    Postnewstv.co.id
    Thursday, September 3, 2026, 13:18 WIB Last Updated 2026-09-03T07:37:06Z

    KABUPATEN NIAS – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Nias melakukan kunjungan investigasi terhadap pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di SMP Negeri 1 Somolo-Molo, Kecamatan Somolo-Molo, Kabupaten Nias, Sumatera Utara, Kamis (3/9/2026).


    Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari fungsi pemantauan dan pengawasan masyarakat terhadap pelaksanaan program pemerintah, khususnya yang bersumber dari anggaran negara.


    Tim Investigasi DPD LIRA Kabupaten Nias yang hadir dalam kunjungan tersebut terdiri dari Denius Gulo, Aroziduhu Gulo, dan Elisafat Telaumbanua.


    Setibanya di lokasi, tim investigasi DPD LIRA diterima langsung oleh Kepala SMP Negeri 1 Somolo-Molo, Hepilianus Lase, S.Th.,, Ketua P2SP Sumarlin Gulo, serta sejumlah guru.


    Dalam pertemuan tersebut, Kepala SMP Negeri 1 Somolo-Molo menyambut baik kunjungan DPD LIRA. Ia menyatakan pihak sekolah siap memberikan informasi yang dibutuhkan terkait pelaksanaan program revitalisasi secara terbuka dan transparan.


    “Kami menyambut baik kunjungan DPD LIRA. Tentunya, dalam pelaksanaan program revitalisasi ini, pihak sekolah akan memberikan informasi yang akurat dan transparan,” ujar Hepianus.


    Anggaran Revitalisasi Rp1,118 Miliar

    Hepilianus menjelaskan, Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Somolo-Molo bersumber dari APBN melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, dengan pagu anggaran sebesar Rp1.118.365.000.


    Menurutnya, pelaksanaan pekerjaan dimulai sejak awal Juli 2026 dan ditargetkan selesai pada November 2026 dengan masa pelaksanaan selama 180 hari kalender.


    “Proses pekerjaan saat ini sudah mencapai lebih dari 50 persen,” jelasnya.


    Ia kemudian memaparkan sejumlah item pekerjaan yang masuk dalam program revitalisasi tersebut. Di antaranya rehabilitasi empat ruang kelas serta pembangunan satu unit toilet baru.


    Untuk ruang kelas, pekerjaan didominasi rehabilitasi secara menyeluruh, mulai dari penggantian atap menggunakan seng spandek, plafon menggunakan PVC, hingga lantai yang sebelumnya menggunakan semen diganti menjadi keramik.


    Selain itu, dilakukan perbaikan dan penggantian pintu serta jendela ruang kelas, termasuk pemasangan perlengkapan pengamanan antimaling.


    Program tersebut juga mencakup penyediaan sejumlah meubelair, seperti meja guru, papan tulis, serta 120 set kursi untuk menunjang proses belajar mengajar.


    272 Siswa Masih Membutuhkan Penambahan Fasilitas

    Dalam kesempatan itu, Kepala Sekolah juga menyampaikan kondisi sumber daya manusia dan jumlah peserta didik di SMP Negeri 1 Somolo-Molo.


    Saat ini terdapat 22 orang tenaga guru termasuk kepala sekolah, serta tiga orang tenaga administrasi, dengan jumlah siswa sebanyak 272 orang.


    Meski mendapat program revitalisasi, pihak sekolah mengungkapkan masih terdapat sejumlah kebutuhan pembangunan yang belum terpenuhi.


    Hepilianus berharap ke depan pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan tersebut, terutama karena masih terdapat lima rombongan belajar (rombel) yang membutuhkan rehabilitasi.


    Selain itu, sekolah juga membutuhkan pembangunan ruang UKS, laboratorium, perpustakaan, penataan lapangan, serta pagar sekolah.


    “Kami masih membutuhkan pembangunan dan peningkatan sejumlah fasilitas sekolah, seperti lima rombel yang perlu direhabilitasi, ruang UKS, laboratorium, perpustakaan, penataan lapangan, dan pagar sekolah,” harapnya.


    P2SP Tekankan Kualitas Bangunan

    Sementara itu, Ketua P2SP SMP Negeri 1 Somolo-Molo, Sumarlinus Gulo, menyampaikan apresiasi atas kunjungan DPD LIRA. Ia menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga kualitas hasil pekerjaan revitalisasi karena fasilitas tersebut nantinya digunakan oleh masyarakat, khususnya para siswa.


    “Kami tentunya berupaya menjaga kualitas bangunan ini, karena bangunan revitalisasi ini diperuntukkan bagi masyarakat kita,” ujar Sumarlin.


    Ia memberikan contoh pada penggunaan material kayu. Menurutnya, dalam pekerjaan penggantian papan, pihaknya menggunakan kayu kelas satu jenis Simalambuo.


    DPD LIRA Apresiasi Keterbukaan Sekolah

    Di tempat yang sama, DPD LIRA Kabupaten Nias melalui Aroziduhu Gulo mengapresiasi sikap terbuka dan transparan yang ditunjukkan Kepala SMP Negeri 1 Somolo-Molo bersama Ketua P2SP dalam menjelaskan pelaksanaan program revitalisasi tersebut.


    Menurut Aroziduhu, keterbukaan dalam menyampaikan informasi terkait program yang menggunakan anggaran negara merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan pengelolaan yang baik dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.


    “Kami mengapresiasi sikap transparansi Kepala Sekolah dan Ketua P2SP dalam memberikan informasi mengenai pelaksanaan program revitalisasi ini. Transparansi merupakan bentuk keterbukaan dan kejujuran dalam pengelolaan anggaran negara,” kata Aroziduhu.


    DPD LIRA Kabupaten Nias berharap pelaksanaan program revitalisasi tersebut dapat diselesaikan sesuai ketentuan, tepat waktu, serta menghasilkan bangunan dan fasilitas yang berkualitas sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi siswa, guru, dan masyarakat.


    (Tim)

    Komentar

    Tampilkan