• Jelajahi

    Copyright © Postnewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    DPD LIRA Nias Desak BGN Segera Hadirkan MBG di Ma’u: Jangan Sampai Gizi Gratis Hanya Ramah di Perkotaan

    Postnewstv.co.id
    Monday, August 10, 2026, 17:29 WIB Last Updated 2026-08-10T10:29:38Z

    KABUPATEN NIAS – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Nias mendesak Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) RI agar segera meluncurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Ma’u, Kabupaten Nias, Sumatera Utara.


    Desakan tersebut disampaikan Bupati DPD LIRA Kabupaten Nias, Denius Gulo, di Sekretariat DPD LIRA Kabupaten Nias, Jalan Maduma Nomor 2, Hiliweto Gido, Senin (10/8/2026).


    Menurut Denius, Kecamatan Ma’u merupakan wilayah yang masih menghadapi berbagai keterbatasan dan semestinya mendapat perhatian dalam pemerataan program pemerintah. Namun, hingga kini, program MBG disebut belum dirasakan oleh masyarakat di wilayah tersebut, sementara pelaksanaannya telah berjalan di sejumlah wilayah perkotaan.

    Denius menilai kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kesan bahwa masyarakat pedesaan belum mendapatkan porsi perhatian yang sama dalam pelaksanaan program MBG.


    “Jangan sampai program Makan Bergizi Gratis hanya mudah ditemukan di wilayah perkotaan, sementara anak-anak di pelosok masih menunggu giliran. Kalau program ini untuk seluruh rakyat, maka manfaatnya juga harus dirasakan sampai ke desa-desa,” ujar Denius.


    Berdasarkan pemantauan LIRA Nias, kata Denius, masih terdapat sejumlah wilayah pedesaan di Kabupaten Nias yang belum tersentuh program MBG.


    Hal senada disampaikan Ketua Komite SMP Negeri 3 Ma’u, Aroziduhu Gulo. Ia membenarkan bahwa hingga saat ini sekolah tersebut belum mendapatkan program MBG.


    Aroziduhu berharap pemerintah segera menghadirkan program tersebut di Kecamatan Ma’u. Menurutnya, kehadiran MBG bukan hanya berdampak terhadap pemenuhan gizi siswa, tetapi juga berpotensi menggerakkan ekonomi masyarakat desa.


    Jika dikelola dengan melibatkan produk lokal, program MBG dapat membuka peluang bagi petani untuk memasok sayuran, buah-buahan, jagung manis, dan berbagai kebutuhan pangan lainnya. Selain itu, keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga dinilai dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.


    “Kalau MBG hadir di desa, masyarakat tani juga bisa ikut bergerak. Petani dapat menanam kebutuhan pangan yang nantinya bisa diserap untuk mendukung program tersebut,” kata Aroziduhu.


    Ia berharap pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap pemerataan program MBG hingga wilayah pedesaan dan pelosok.


    Sebab, kalau namanya Makan Bergizi Gratis untuk rakyat, jangan sampai yang gratis hanya namanya, sementara aksesnya masih harus menunggu entah sampai kapan.


    (Tim)

    Komentar

    Tampilkan