• Jelajahi

    Copyright © Postnewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    TEMIKO, Ruang Ngopi yang Menyatukan Berbagai Elemen Masyarakat di Tanjungbalai

    Sunday, July 19, 2026, 13:44 WIB Last Updated 2026-07-19T06:44:45Z


    Tanjungbalai - 
    Sebuah komunitas sederhana yang berawal dari ruang kosong kini berkembang menjadi tempat berkumpulnya berbagai elemen masyarakat. Komunitas bertajuk TEMIKO (Tempat Minum Kopi) yang kini berpusat di Marhaba Coffee, Jalan Rawo, Kelurahan Bunga Tanjung, Kecamatan Datuk Bandar Timur, terus menjadi ruang silaturahmi, diskusi, sekaligus wadah mempererat kebersamaan di Kota Tanjungbalai, Sabtu (18/7) 2026).



    TEMIKO yang mulai berdiri pada 7 Februari 2026 lahir dari gagasan Ayah Mery, Bung Novta, Mas Bam, dan Muhammad Ruslan. Awalnya, komunitas ini hanya menjadi tempat berkumpul untuk berbagi cerita, berdiskusi, bersenda gurau, hingga melepas penat setelah menjalani aktivitas sehari-hari.

    Dalam perjalanannya, TEMIKO sempat berpindah-pindah lokasi sebelum akhirnya menetap di Marhaba Coffee. Bahkan, setiap pekan komunitas ini rutin hadir mengisi kegiatan Car Free Day yang digelar Pemerintah Kota Tanjungbalai di kawasan Lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah.


    Di lokasi tersebut, para anggota TEMIKO membentangkan tikar sederhana untuk mempersilakan masyarakat duduk bersama menikmati secangkir kopi usai mengikuti kegiatan jalan santai, senam, maupun aktivitas olahraga lainnya. Suasana penuh keakraban itu menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.


    Tidak hanya menjadi tempat menikmati kopi, TEMIKO juga menjadi ruang bertemunya berbagai kalangan, mulai dari aparatur sipil negara (ASN), personel Polri, penyelenggara pemilu dari KPU dan Bawaslu, aktivis, wartawan, pengusaha, pekerja swasta, hingga masyarakat umum.


    Menjelang akhir pekan, Marhaba Coffee yang menjadi rumah bagi TEMIKO selalu dipenuhi pengunjung yang ingin melepas penat sambil menikmati racikan kopi khas buatan
    Bambang Supriyatno yang kerap dengan sapaan Mas Bam, pemilik rumah sekaligus Owner Marhaba Coffee. Sajian kopi dengan cita rasa khas dipadukan dengan suasana kekeluargaan menjadi daya tarik utama tempat tersebut.


    Selain menghadirkan suasana yang hangat, TEMIKO juga dikenal menjaga nilai-nilai religius. Saat waktu shalat tiba, aktivitas ngopi dihentikan sejenak dan para pengunjung bersama-sama menunaikan salat berjamaah di masjid yang berada tepat di depan lokasi. Kebiasaan ini menjadi bagian dari budaya yang terus dijaga oleh komunitas tersebut.

    Ketua Al Washliyah Kota Tanjungbalai dan juga Tokoh Pemuda Melenial Mery Simargolang, S.Pd, MM mengatakan TEMIKO bukan sekadar tempat menikmati kopi, melainkan wadah mempererat ukhuwah dan membangun komunikasi yang positif antarelemen masyarakat.

    "TEMIKO hadir sebagai ruang silaturahmi yang terbuka bagi siapa saja. Di sini tidak ada sekat, semua bisa berdiskusi, bertukar pikiran, dan mempererat persaudaraan demi kemajuan Kota Tanjungbalai," ujarnya.

    Sementara itu, tokoh pemuda Novta Malda, SH, menilai keberadaan TEMIKO mampu menjadi contoh ruang publik yang menghadirkan kebersamaan di tengah keberagaman profesi dan latar belakang masyarakat.


    "Kebersamaan yang terbangun di TEMIKO membuktikan bahwa secangkir kopi mampu menyatukan banyak perbedaan. Ini menjadi modal sosial yang sangat baik untuk memperkuat persatuan masyarakat," katanya.


    Di kesempatan yang sama, M. Ruslan selaku Kasi Humas Polres Tanjungbalai berharap TEMIKO terus menjadi ruang yang menghadirkan energi positif bagi masyarakat.


    "Semoga TEMIKO tetap menjadi tempat yang menghadirkan suasana aman, nyaman, penuh kekeluargaan, serta mampu mempererat sinergi antara masyarakat dengan seluruh unsur yang ada di Kota Tanjungbalai. Kebersamaan seperti ini menjadi salah satu kekuatan dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif," harapnya.


    Keberadaan TEMIKO kini tidak lagi hanya dikenal sebagai tempat minum kopi, tetapi telah tumbuh menjadi simbol kebersamaan, silaturahmi, dan ruang dialog yang menyatukan berbagai elemen masyarakat dalam suasana sederhana namun penuh makna.


    (Z Saragih). 

    Komentar

    Tampilkan