Tanggamus - Pemerintah Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, secara resmi melepas keberangkatan satu-satunya siswa asal Kecamatan Kelumbayan yang berhasil lolos sebagai peserta Program Sekolah Rakyat, sebuah program pendidikan gratis berasrama yang digagas pemerintah pusat sebagai implementasi Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto.
Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan khusus bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang terdata pada Desil 1 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Seluruh kebutuhan peserta didik ditanggung oleh pemerintah, mulai dari biaya pendidikan, asrama, seragam, perlengkapan sekolah, transportasi hingga uang saku.
Berdasarkan hasil penjangkauan yang dilakukan Kementerian Sosial melalui Pendamping Sosial Non Kebencanaan (PSNK) Kecamatan Kelumbayan, disertai verifikasi lapangan terhadap data DTSEN, terjaring satu calon siswa yang memenuhi seluruh persyaratan administrasi dan kriteria program.
Siswa tersebut adalah Ahmad Sulton, putra pasangan Jayadi dan Sri Wahyanti, warga Dusun Pematang Nebak, Pekon Penyandingan, Kecamatan Kelumbayan.
Ahmad Sulton dijadwalkan berangkat ke Bandar Lampung pada Kamis, 30 Juli 2026. Selanjutnya, pada 31 Juli 2026, ia akan mulai menempati asrama Sekolah Rakyat yang berlokasi di Kotabaru, Kecamatan Jati Agung, Provinsi Lampung.
Prosesi pelepasan dilaksanakan secara seremonial di Aula Kantor Kecamatan Kelumbayan pada Selasa, 28 Juli 2026. Acara dipimpin langsung Camat Kelumbayan Ali Imron, SH., MM., serta dihadiri Ketua Komisi IV DPRD Tanggamus Romzi Edy, S.Pd.I., Kepala Pekon Penyandingan Syarif Zulkarnain, pendamping sosial, perangkat pekon, staf kecamatan, serta keluarga siswa.
Dalam sambutannya, Camat Kelumbayan Ali Imron berpesan agar Ahmad Sulton memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya.
"Belajarlah dengan sungguh-sungguh, jaga kesehatan, patuhi seluruh peraturan dan tata tertib yang berlaku di asrama, serta jadilah kebanggaan keluarga dan daerah," pesannya.
Sementara itu, Kepala Pekon Penyandingan Syarif Zulkarnain menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi paling strategis dalam memutus mata rantai kemiskinan.
"Persiapkan mental dan fisik selama menjalani pendidikan di asrama. Kami meyakini Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu jalan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pendidikan," ujarnya.
Ketua Komisi IV DPRD Tanggamus Romzi Edy, S.Pd.I., juga memberikan motivasi kepada Ahmad Sulton agar percaya diri dan mampu bersaing selama mengikuti pendidikan.
"Jangan pernah minder karena berasal dari pelosok atau dari keluarga sederhana. Justru kondisi itu harus menjadi motivasi untuk berprestasi. Jadilah kebanggaan orang tua, Kecamatan Kelumbayan, dan Kabupaten Tanggamus," kata Romzi.
Ia berharap kuota penerimaan Program Sekolah Rakyat bagi Kecamatan Kelumbayan dapat terus ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang.
"Selama dua tahun terakhir Kecamatan Kelumbayan baru memperoleh satu kuota setiap tahunnya. Ke depan kami berharap jumlah penerima bisa bertambah sehingga semakin banyak anak dari keluarga prasejahtera yang memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan berkualitas," tuturnya.
Menurut Romzi, Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu program unggulan pemerintah yang diharapkan mampu melahirkan generasi unggul sekaligus menjadi solusi dalam memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan yang setara.
(Awpi)






.jpg)


