• Jelajahi

    Copyright © Postnewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Pemkab Kendal Fokus Penanganan Sampah Pengembangan Kolaborasi Teknologi Mandiri

    Friday, April 10, 2026, 14:52 WIB Last Updated 2026-04-11T01:23:09Z

    KENDAL - Terkait penanganan sampah di Kabupaten Kendal, kini sudah menemui titik terang, salah satunya pengolahan sistem pirolisis, yang menghasilkan bahan bakar peta sol. Pemerintah Daerah Kendal, setidaknya sudah memiliki dua solusi untuk penanganan sampah yang selama ini terus menumpuk di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Darupono Kabupaten Kendal.


    Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) secara tegas telah melarang penanganan sampah secara open dumping. Prinsip yang umum adalah 3 R yang bisa dilakukan oleh masing-masing rumah.


    Targetnya sampai akhir tahun 2026 ini tidak ada lagi TPA Open Dumping," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kendal Aris Irwanto, Jumat (10/4/2026) Pukul 07:30 WIB


    Pada 28 Maret 2026, Pemprov Jateng, Pemkot Semarang dan Pemkab Kendal telah menandatangani MoU untuk pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL).


    Kadinas Lingkungan Hidup Aris Irwanto  menyampaikan bahwa kolaborasi ini untuk mempercepat penanganan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan. "Lokasi pabrik PSEL di TPA Jatibarang Semarang," ujarnya.


    "Ia mengatakan Pemkab Kendal ditarget memasok sampah ke Semarang sebanyak 100 ton per hari. Sampah yang dikirim adalah jenis sampah rumah tangga pada umumnya, bukan sampah seperti kayu, kasur itu tidak bisa diterima di TPA Darupono rata-rata 191 ton per hari, sehingga target 100 ton sampah per hari bisa terpenuhi," katanya. Solusi kedua adalah pengolahan sampah sistem pirolisis, yang menghasilkan bahan bakar petasol.


    Masih menurutnya, pilot projek sistem pirolisis akan dilakukan di Desa Margorejo, Kecamatan Cepiring. "Mesin pirolisis akan dibantu dari pemerintah pusat melalui (BRIN) Badan Riset dan Inovasi Nasional,"ujar Aris Irwanto


    Sementara Wiwik Yulianti, Fungsional Teknik Penyehatan Lingkungan, DLH Kendal menambahkan, bantuan mesin pirolisis dari BRIN sudah datang. Kapasitas mesin tersebut dapat mengolah sampah plastik sebanyak 50 kilogram per hari. Kemudian hasil bahan bakar petasol nantinya akan digunakan untuk kebutuhan internal desa, seperti mesin pirolisis sendiri, mesin diesel traktor para petani dan lainnya,"pungkasnya


    (Prawoto)

    Komentar

    Tampilkan