BANGKO – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, Bupati Merangi, M. Syukur menggelar acara silaturahmi dan doa bersama di Rumah Dinas Bupati Merangin, Jumat malam (13/2).
Dalam momen penuh khidmat tersebut, Bupati Merangin M. Syukur menyerahkan santunan kepada 170 anak yatim dan fakir miskin sebagai bentuk rasa syukur.
Acara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Merangin A. Khafidh, jajaran unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Zulhifni, para kepala OPD, tokoh adat, tokoh agama KH. Satar Saleh serta tokoh masyarakat lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati M. Syukur menegaskan bahwa acara ini bukan sebagai bentuk euforia semata atau kesombongan, melainkan murni ungkapan rasa syukur atas kesempatan kembali dipertemukan dengan bulan suci Ramadhan.
"Ini merupakan rasa syukur kita semua bahwa dalam beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan. Sesuatu yang luar biasa, karena mungkin sebagian saudara kita tidak dapat menikmati Ramadhan tahun ini. Mudah-mudahan kita diberi kesehatan untuk beribadah penuh selama 30 hari," ujar Bupati M. Syukur.
Selain memberikan santunan secara simbolis bersama Wakil Bupati dan jajaran Forkopimda, Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara ibadah dan produktivitas selama bulan puasa.
Di hadapan para tamu undangan, termasuk jajaran Ketua RT, Bupati menitipkan pesan khusus terkait toleransi dan ketertiban umum. Ia mengimbau masyarakat untuk menjaga kerukunan antarumat beragama dan saling menghargai.
Terkait aktivitas ekonomi masyarakat, Bupati M. Syukur memberikan arahan spesifik kepada para pemilik usaha kuliner.
"Bagi saudara kita yang mencari rezeki di bulan Ramadhan, mohon perhatikan waktunya. Untuk rumah makan, diharapkan tidak buka di siang hari. Mulailah beroperasi sekitar jam 4 atau 5 sore untuk keperluan berbuka, atau saat waktu sahur," tegasnya.
Menutup arahannya, Bupati juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan di wilayah Kota Bangko selama bulan suci.
Acara silaturahmi tersebut diakhiri dengan tausiyah dari Ustadz Tengku Iskandar dan ditutup dengan ramah tamah serta makan malam bersama seluruh tamu undangan dan penerima santunan. (*)



