KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal menggelar kegiatan Bersatu Siaga di Desa Gedong, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal, pada Jumat, 13 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi wadah mempererat kebersamaan, menumbuhkan budaya gotong royong, sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Bersatu Siaga merupakan momentum untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
“Bersatu Siaga merupakan kesempatan untuk saling menyapa, mendengar, dan merasakan semangat gotong royong warga. Kehadiran Bapak-Ibu sekalian membuktikan bahwa Desa Gedong memiliki energi kebersamaan yang luar biasa,” ujar Bupati.
Ia menjelaskan, pelaksanaan Bersatu Siaga kali ini berbeda dengan sebelumnya karena menjadi bagian dari rangkaian kegiatan TMMD Reguler ke-127 yang mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”.
Melalui kegiatan ini diharapkan tercipta budaya gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan, serta menjadi sarana menampung aspirasi warga guna menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Kodim 0715 Kendal beserta jajarannya.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Komandan Kodim 0715 Kendal beserta seluruh jajaran yang telah berperan aktif dalam percepatan pembangunan di Kabupaten Kendal melalui Program TMMD yang saat ini berlangsung hingga 11 Maret 2026,” tuturnya.
Bupati menyoroti tantangan besar yang tengah dihadapi Kabupaten Kendal, yakni persoalan sampah. Ia mengajak masyarakat Desa Gedong untuk menjadi contoh dalam penanganan sampah secara bersama-sama.
“Sekarang Kendal sedang berjuang menghadapi tantangan besar yaitu sampah. Tapi saya yakin, warga Gedong bisa menjadi contoh bagaimana masalah ini bisa diselesaikan bersama, dimulai dari rumah masing-masing,” katanya.
Memasuki musim penghujan, Bupati mengimbau masyarakat untuk aktif bergotong royong membersihkan saluran air dan menjaga kebersihan lingkungan.
“Pada musim penghujan ini, saya berharap peran masyarakat untuk bergotong royong membersihkan saluran air agar tidak tersumbat dan menyosialisasikan agar tidak membuang sampah sembarangan,” imbuhnya.
Ia juga meminta camat untuk melakukan monitoring pelaksanaan kegiatan Bersih Desa dan melaporkan hasilnya setiap minggu.
Lebih lanjut, Bupati mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebencanaan akibat cuaca ekstrem.
“Sekarang kita sudah memasuki musim penghujan, kewaspadaan dan kesiagaan perlu dikedepankan. Bencana bisa datang secara tiba-tiba dan kesiapan manusianya menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan tanggap bencana,” tegasnya.
Melalui kegiatan Bersatu Siaga, Pemerintah Kabupaten Kendal menegaskan komitmennya untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat.
“Pemkab Kendal ingin hadir, mendengarkan, memahami, dan berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat secara lebih optimal. Setiap laporan dan aspirasi sebisa mungkin kami dengarkan dan tindak lanjuti,” kata Bupati.
Sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan partisipasi masyarakat, Pemerintah Kabupaten Kendal terus membuka ruang dialog melalui program Curhat Mbak Tika.
“Melalui program ini, masyarakat dapat menyampaikan curhatan, keluhan, masukan, dan ide secara langsung kepada saya, untuk kita carikan solusi bersama dan merumuskan program pembangunan yang lebih tepat sasaran,” pungkasnya
(Prawoto)



