KUALUH LEDONG – Masyarakat Desa Teluk Pulai Dalam, Kecamatan Kualuh Ledong, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki yang mengambang di Parit Sei Lurus pada Sabtu (24/10/2026). Pihak keluarga menduga jenazah tersebut merupakan anggota keluarga mereka yang telah dua hari tidak diketahui keberadaannya dan meminta pihak kepolisian menyelidiki penyebab kematiannya.
Sudianto Lumban Batu, yang mengaku sebagai keluarga korban, mengatakan bahwa pihak keluarga menduga jenazah tersebut adalah Hiras Lumban Batu.
Menurut Sudianto, selama dua hari terakhir keluarga tidak mengetahui keberadaan Hiras. Ia mengatakan bahwa korban biasanya berjalan kaki melintasi depan rumah pada malam hari.
“Begitu kami mendapat informasi tentang penemuan mayat tersebut, perasaan kami langsung tidak enak. Kami sangat sedih dan menduga bahwa jenazah itu adalah keluarga kami, Hiras Lumban Batu,” ujar Sudianto.
Ia juga mengaku melihat sejumlah luka pada tubuh jenazah, termasuk pada bagian telinga. Selain itu, menurut pengamatannya, rahang korban tampak bergeser dan mulutnya mengalami pembengkakan.
Atas kondisi tersebut, pihak keluarga menyampaikan kekhawatiran dan menduga adanya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Namun, dugaan itu masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan medis forensik dan penyelidikan kepolisian.
“Kami sangat sedih melihat kondisi tubuhnya. Kami berharap penyebab kematiannya dapat diungkap secara jelas. Sebagai pihak keluarga, kami akan menempuh jalur hukum dan menunggu hasil autopsi untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi,” lanjutnya.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, personel Polsek Kualuh Ledong telah hadir di lokasi penemuan mayat. Jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans untuk keperluan autopsi guna membantu mengetahui penyebab kematian serta memastikan identitas korban.
Hasil autopsi dan penyelidikan kepolisian diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai kondisi jenazah, penyebab kematian, serta ada atau tidaknya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
Sementara itu, Kepala Desa Teluk Pulai Dalam, saat dikonfirmasi oleh awak media, membenarkan adanya penemuan mayat laki-laki di wilayah desanya.
“Ya, itu warga saya. Saya juga sudah berada di tempat kejadian perkara (TKP),” kata Kepala Desa.
Hingga berita ini disusun, penyebab kematian korban belum dapat dipastikan. Dugaan pihak keluarga mengenai kemungkinan adanya tindak pidana masih menunggu hasil pemeriksaan medis forensik dan penyelidikan resmi dari kepolisian.
Masyarakat berharap pihak berwenang dapat mengungkap fakta di balik peristiwa tersebut secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
(Lambok P. Hutasoit)







.jpg)

