• Jelajahi

    Copyright © Postnewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Warga Desa Rejomulyo Resah, Polusi Debu Diduga Dampak Aktivitas Loading Galian Tanah

    Postnewstv.co.id
    Kamis, 08 Oktober 2026, 15:15 WIB Last Updated 2026-10-08T08:15:02Z

    LAMPUNG SELATAN – Warga Desa Rejomulyo, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, mengeluhkan polusi debu yang mencemari lingkungan permukiman dan lahan perkebunan mereka akibat aktivitas loading atau pemuatan material tanah menggunakan excavator serta tingginya mobilitas dump truck pengangkut tanah, Rabu (7/10/2026).


    Aktivitas loading material tanah tersebut disebut menjadi salah satu sumber debu yang beterbangan ke lingkungan warga. Kondisi itu dikhawatirkan mengganggu kenyamanan masyarakat, terutama warga yang tinggal di sekitar lokasi maupun pengguna jalan yang dilalui kendaraan pengangkut tanah.


    Selain mengotori rumah dan lingkungan sekitar, debu yang masuk ke permukiman juga dikhawatirkan dapat mengganggu kesehatan pernapasan warga apabila kondisi tersebut berlangsung terus-menerus.


    Salah seorang warga yang meminta namanya tidak disebutkan mengatakan, aktivitas loading di sekitar lokasi telah berlangsung cukup lama dan menimbulkan gangguan akibat debu.


    “Saya merasa terganggu dengan adanya loading di sini karena aktivitas tersebut bisa memicu debu. Tentunya ini juga berisiko terhadap kesehatan pernapasan, mengingat loading ini sudah berlangsung hampir tiga bulan,” katanya.


    Menurut warga tersebut, upaya penyiraman air atau water sprinkling terhadap permukaan tanah memang pernah dilakukan. Namun, penyiraman dinilai belum maksimal karena disebut hanya dilakukan satu kali dalam sehari, bahkan pada waktu tertentu tidak dilakukan sama sekali.


    Warga juga menyoroti keberadaan sejumlah drum atau wadah yang disiapkan untuk menampung air di badan jalan. Keberadaan wadah tersebut dinilai belum efektif apabila tidak diikuti dengan penyiraman secara rutin dan memadai.


    Warga berharap persoalan debu tersebut segera mendapat perhatian dan penanganan dari pihak terkait. Mereka khawatir jika kondisi tersebut terus dibiarkan tanpa solusi, gangguan terhadap masyarakat dapat semakin meningkat dan berpotensi menimbulkan gesekan sosial di lingkungan setempat.


    (Gt)

    Komentar

    Tampilkan