GUNUNGSITOLI – Pemerintah Kota Gunungsitoli menghadiri Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Kota Gunungsitoli Tahun 2026 yang digelar di Gereja dan Aula Paroki Kon-Katedral St. Maria Bunda Para Bangsa Gunungsitoli, Sabtu (5/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Gunungsitoli Martinus Lase, S.H., bersama jajaran pemerintah daerah, sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan seni paduan suara gerejani sekaligus penguatan persaudaraan dan kerukunan umat beragama di Kota Gunungsitoli.
Kehadiran Pemerintah Kota Gunungsitoli dalam kegiatan tersebut diwakili oleh Wakil Wali Kota Gunungsitoli Martinus Lase, S.H. Turut hadir Uskup Keuskupan Sibolga Mgr. Fransiskus Tuaman Sinaga, Ketua DPRD Kota Gunungsitoli Adrianus Zega, Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli Andhika Perdana Laoly, S.STP., M.Si., CGCAE., para pastor, peserta, panitia, serta umat Katolik dari berbagai paroki.
Ketua Panitia Pesparani, Setiawan Ndururu, S.H., dalam laporannya menyampaikan harapan agar pelaksanaan Pesparani di Kota Gunungsitoli dapat terus memperoleh perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah. Menurutnya, dukungan tersebut penting untuk menjaga keberlanjutan kegiatan sekaligus memberikan ruang yang lebih luas bagi umat untuk mengembangkan talenta, kreativitas, dan potensi di bidang seni paduan suara gerejani.
Sementara itu, Uskup Keuskupan Sibolga Mgr. Fransiskus Tuaman Sinaga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota Gunungsitoli terhadap pelaksanaan Pesparani. Sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan, menurutnya, merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun, harmonis, dan saling menghargai di tengah keberagaman.
Pesparani Katolik Kota Gunungsitoli Tahun 2026 tidak hanya menjadi wadah pembinaan dan pengembangan seni paduan suara gerejani, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan serta membangun kebersamaan antarpeserta dari berbagai paroki.
Pemerintah Kota Gunungsitoli mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya bersama dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan, toleransi, dan kerukunan antarumat beragama. Melalui Pesparani, semangat persaudaraan dan kebersamaan diharapkan semakin tumbuh serta memberikan kontribusi positif bagi kehidupan sosial masyarakat dan pembangunan Kota Gunungsitoli.
(Diskominfo Gunungsitoli.co.id/Pidar)







.jpg)

