• Jelajahi

    Copyright © Postnewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Pemko Gunungsitoli Dorong Kemandirian Pangan melalui Penanaman Perdana Cabai di Tuhegeo I

    Postnewstv.co.id
    Rabu, 07 Oktober 2026, 19:53 WIB Last Updated 2026-10-07T12:53:39Z

    GUNUNGSITOLI – Pemerintah Kota Gunungsitoli terus mendorong penguatan ketahanan dan kemandirian pangan daerah melalui pendampingan kelompok tani secara berkelanjutan. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan penanaman perdana cabai merah keriting dan cabai rawit yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Gunungsitoli, Sowa’a Laoli, S.E., M.Si., bersama kelompok tani di Desa Tuhegeo I, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Rabu (9/9/2026).


    Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Gunungsitoli menyampaikan apresiasi kepada para penyuluh pertanian yang secara aktif memberikan pendampingan kepada kelompok tani. Menurutnya, pendampingan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi pertanian, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan kedaulatan pangan dengan mengoptimalkan potensi pertanian lokal.


    “Pendampingan ini merupakan langkah strategis. Kita ingin memastikan bahwa kebutuhan pangan masyarakat dapat dipenuhi dari hasil produksi sendiri, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat,” ujar Sowa’a Laoli.


    Kegiatan diawali dengan laporan Ketua Tim Kerja (Katimker) Penyuluh Pertanian Kota Gunungsitoli, Oktameyer P. Samosir. Dalam laporannya disampaikan bahwa penanaman cabai tersebut merupakan penanaman perdana dengan menerapkan sistem tumpang sari bersama tanaman padi gogo rancah varietas Situ Bagendit.


    Penerapan pola tanam tumpang sari tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani. Selain itu, pola tersebut menjadi salah satu bentuk pemanfaatan lahan secara lebih efektif dengan mengombinasikan beberapa komoditas pertanian.


    Penanaman dilakukan oleh Kelompok Tani Pemula Desa Tuhegeo I yang saat ini telah memasuki periode tanam ketiga. Sebelumnya, kelompok tani tersebut telah melakukan penanaman komoditas jagung. Keberlanjutan kegiatan bercocok tanam tersebut menjadi bagian dari proses peningkatan kapasitas dan kemandirian kelompok tani dalam mengelola lahan pertanian.


    Pemerintah Kota Gunungsitoli berharap pendampingan yang telah berjalan di Desa Tuhegeo I dapat terus dikembangkan dan diperluas kepada kelompok tani lainnya di berbagai wilayah. Dengan demikian, program pendampingan pertanian diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas dalam mendukung ketersediaan pangan masyarakat.


    Salah seorang anggota kelompok tani, Murni Hura, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Pemerintah Kota Gunungsitoli terhadap para petani. Menurutnya, pendampingan yang diberikan turut membantu meningkatkan pengetahuan sekaligus kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.


    “Kami sangat senang dengan perhatian dari pemerintah. Sekarang kami merasa lebih terbantu karena sebagian kebutuhan pangan sudah bisa kami penuhi sendiri tanpa harus selalu membeli di pasar,” ungkap Murni.


    Hal senada disampaikan warga lainnya, Tiati Larosa. Ia menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai dapat mendorong semangat masyarakat untuk memanfaatkan lahan sekaligus membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan pangan.


    “Masyarakat sangat terbantu. Dengan adanya kegiatan ini, kebutuhan sehari-hari bisa dipenuhi dari hasil sendiri, sehingga tidak selalu bergantung pada pasar,” ujarnya.


    Melalui kegiatan penanaman perdana tersebut, Pemerintah Kota Gunungsitoli menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kemandirian pangan berbasis potensi lokal. Pendampingan kelompok tani yang dilakukan secara terarah dan berkelanjutan diharapkan dapat memperkuat produksi pertanian sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan pangan yang berkelanjutan di Kota Gunungsitoli.


    (Diskominfo Gunungsitoli.co.id/Pidar)

    Komentar

    Tampilkan