KENDAL - Pemerintah Kabupaten Kendal mengapresiasi pelaksanaan tradisi Merti Deso serta Sedekah Bumi dan Laut atau Larung Sesaji yang dilaksanakan masyarakat Desa Sendang Sekucing, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal Minggu 20 September 2026.
Hal itu disampaikan Bupati Kendal Hj Dyah Kartika Permanasari SE MM, saat menghadiri kegiatan Sedekah Laut di desa setempat. Menurutnya, tradisi yang telah berlangsung secara turun-temurun tersebut dinilai menjadi upaya melestarikan warisan budaya.
"Sedekah Laut tidak hanya menjadi tradisi budaya, tetapi juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk memanjatkan rasa syukur kepada Allah Subhanahu Wa taala atas berbagai nikmat yang diberikan, terutama kesehatan, rezeki, hasil laut, serta keselamatan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,"tuturnya
Lebih lanjut, Bupati menegaskan, bahwa Pemkab Kendal terus mendorong peningkatan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat nelayan.
Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai program, termasuk peningkatan sarana dan prasarana di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) serta rencana pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih.
"Kami dari Pemerintah Kabupaten Kendal terus mendorong kemajuan seluruh nelayan yang ada di Kabupaten Kendal. Termasuk kami upayakan untuk mengajukan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Sendang kucing serta terus mengupayakan Kelengkapan sarana dan prasarana di masing-masing TPI,"ujar Bupati Kendal
Namun demikian, rencana pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Sendang Sekucing masih menghadapi kendala terkait ketersediaan lahan yang memenuhi persyaratan.
Bupati Kendal juga menyampaikan, bahwa kondisi tersebut akan menjadi perhatian bersama dan terus dicarikan solusi agar program dapat direalisasikan.
Sementara Kepala Desa Sendangsikucing, Harsoyo Budi Utomo menyampaikan, jika kegiatan ini telah lama dilakukan dan tahun ini kali pertama sedekah laut dan sedekah bumi kami jadikan satu.
Menurutnya, momentum Sedekah Laut ini talah dilaksanakan turun temurun selama puluhan tahun.
Selain itu, kegiatan membuat masyarakat Desa Sendangsikucing bersatu. Tidak hanya nelayan, namun semua pihak petani pekerja semua menjadi satu guyub rukun.
"Alhamdulillah, setiap tahun masyarakat berkumpul sekaligus berdoa bersama untuk keselamatan dan kemajuan seluruh warga, khususnya para nelayan,”pungkasnya
(Prawoto)





.jpg)


