Kabupaten NIAS - Kelangkaan gas LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi kembali terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Nias. Kondisi tersebut membuat warga kesulitan mendapatkan gas untuk kebutuhan sehari-hari dan mulai merasa cemas karena stok di sejumlah pangkalan disebut kosong.
Keluhan itu disampaikan Faduhusa Harefa, warga Desa Hiliweto, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias, Senin (24/8/2026). Ia mengaku kesulitan memperoleh LPG 3 kg bersubsidi meski telah mendatangi sejumlah pangkalan.
“Warga pada panik dan susah mendapatkan gas LPG 3 kg bersubsidi di beberapa pangkalan,” ujar Faduhusa saat ditemui di kediamannya.
Menurutnya, kelangkaan tersebut bukan kali pertama terjadi. Setiap kali mendatangi pangkalan, ia mengaku selalu mendapat jawaban bahwa persediaan LPG 3 kg sedang kosong.
“Miris betul kelangkaan gas bersubsidi ini. Sebagai warga pengguna, kami cemas. Setiap datang ke pangkalan, jawabannya selalu kosong,” katanya.
Faduhusa berharap pemerintah pusat segera mengambil langkah untuk menambah pasokan LPG 3 kg bersubsidi melalui Pertamina agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan kelangkaan tidak terus berulang.
Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Nias melakukan monitoring terhadap agen-agen LPG yang telah memiliki izin guna memastikan distribusi LPG bersubsidi berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran.
Di sisi lain, Faduhusa mencurigai adanya pihak-pihak tertentu yang diduga memainkan distribusi LPG bersubsidi sehingga menyebabkan pasokan di tingkat masyarakat menjadi terbatas. Namun, dugaan tersebut menurutnya perlu ditelusuri lebih lanjut oleh pihak berwenang.
“Ini sudah terjadi kesekian kalinya. Kami berharap pemerintah tidak membiarkan persoalan ini terus berulang,” ujarnya.
Menurut Faduhusa, apabila pasokan LPG 3 kg bersubsidi ditambah dan distribusinya diawasi secara ketat, kelangkaan yang selama ini dikeluhkan masyarakat diharapkan dapat segera teratasi.
(ArG)







.jpg)


