TABIR ULU – Sebuah langkah revolusioner tengah dilakukan di wilayah hukum Polsek Tabir Ulu. Sebagai upaya memutus mata rantai ketergantungan masyarakat terhadap aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), jajaran Polsek Tabir Ulu bersama Pemerintah Kecamatan dan para Kepala Desa sepakat mengembangkan budidaya ikan air tawar sebagai solusi Ekonomi Hijau.
Langkah ini diambil bukan hanya untuk memulihkan ekosistem yang terdampak tambang, tetapi juga sebagai fondasi utama dalam mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya untuk menyuplai kebutuhan protein pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Senin (11/5/26)
Beralih dari PETI ke Ekonomi Berkelanjutan
Kapolsek Tabir Ulu menegaskan bahwa edukasi mengenai dampak lingkungan akibat PETI terus dilakukan secara persuasif. Sebagai solusinya, kepolisian bersama pemerintah setempat memberikan alternatif nyata melalui pembuatan kolam-kolam ikan air tawar.
"Kita ingin masyarakat perlahan meninggalkan aktivitas ilegal yang merusak lingkungan dan beralih ke sektor perikanan. Ini adalah ekonomi alternatif yang lebih berkah, aman secara hukum, dan berkelanjutan bagi anak cucu kita," ujar Kapolsek Tabir Ulu.
Mendukung Ketahanan Pangan & Dapur MBG
Camat Tabir Ulu menambahkan bahwa pengembangan kolam ikan ini diselaraskan dengan kebutuhan strategis saat ini. Ikan air tawar hasil budidaya lokal diproyeksikan menjadi pemasok utama bagi Dapur MBG di wilayah tersebut.
• Mandiri Protein: Memastikan anak-anak sekolah mendapatkan asupan ikan segar yang kaya nutrisi tanpa harus mendatangkan dari luar daerah.
• Optimalisasi Lahan: Memanfaatkan lahan-lahan yang non-produktif untuk dijadikan kolam budidaya yang ramah lingkungan.
• Sinergi Kepala Desa: Para Kepala Desa di wilayah Tabir Ulu kini aktif mengalokasikan program pemberdayaan masyarakat untuk pembuatan kolam, baik melalui kelompok tani maupun BUMDes.
Wujudkan Ekonomi Hijau
Konsep Ekonomi Hijau yang diusung bertujuan untuk menciptakan kesejahteraan tanpa merusak alam. Dengan beralihnya mata pencaharian masyarakat dari tambang ke perikanan, kualitas air dan lingkungan di Tabir Ulu diharapkan dapat pulih secara bertahap.
Target Utama Program:
1. Pemulihan Lingkungan: Mengurangi aktivitas yang merusak sungai dan lahan.
2. Kemandirian Ekonomi: Menciptakan sumber penghasilan baru yang stabil bagi warga desa.
3. Ketahanan Pangan: Menjamin ketersediaan stok pangan yang sehat untuk menyukseskan program nasional Makan Bergizi Gratis.
Sinergitas antara Polri, Pemerintah Kecamatan, dan Pemerintah Desa ini diharapkan menjadi model percontohan bagi daerah lain bahwa transformasi ekonomi dari sektor ekstraktif ilegal menuju sektor produktif hijau bukan hanya sebuah mimpi, melainkan langkah nyata yang sedang diwujudkan di Tabir Ulu. (*)



.jpg)


