• Jelajahi

    Copyright © Postnewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Bupati Kendal Hadiri Program Pelatihan Pertanian Terpadu Karangtaruna dengan STMJ

    Tuesday, May 19, 2026, 14:30 WIB Last Updated 2026-05-19T22:53:33Z

    KENDAL - Komunitas Santri Tani Milenial Jayabinangun (STMJ) dengan Karang Taruna Kabupaten Kendal menggerakkan pertanian terpadu kepada anak-anak muda. Langkah ini diawali dengan menggelar Training of Trainer (TOT) di Dusun Nglimut Desa Gonoharjo, Kecamatan Limbangan, selama tiga hari, mulai Selasa 19 Mei 2026.


    Kegiatan TOT difasilitasi oleh Kementerian Pertanian RI, diikuti perwakilan Karang Taruna dari delapan kecamatan di Kabupaten Kendal dan anggota STMJ Kabupaten Kendal. Peserta TOT dipersiapkan sebagai penggerak pertanian terpadu di masing-masing kecamatan.


    Ketua Umum STMJ, Muhammad Sayidil Mursalin mengatakan, integrated farming atau pertanian terpadu ini memadukan pertanian, peternakan dan perikanan yang saling berkaitan. Bentuknya, dalam satu kawasan ada budidaya peternakan dan perikanan yang dipadukan dengan pertanian.


    "Di situ ada peternakan kambing, ayam, ikan dan tanaman, yang semuanya saling berkaitan, setelah training, akan ada rencana tindak lanjut untuk mewujudkan usaha pertanian terpadu.Pilot project gerakan pertanian terpadu di Kabupaten Kendal berada di delapan kecamatan, yakni Brangsong, Sukorejo, Plantungan, Weleri, Kangkung, Rowosari, Pageruyung dan Limbangan. "Di masing-masing kecamatan ini akan ada tindak lanjut untuk persiapan bikin kandang ternak dan sebagainya," ujar Ketua Umum STMJ


    Ia berharap, di setiap desa bisa mewujudkan usaha pertanian terpadu secara swadaya. Para pemuda bisa berkoordinasi dengan kepala desa dalam penyediaan lahan yang bisa dimanfaatkan untuk usaha pertanian terpadu. "Ukuran pertanian terpadu itu normalnya seribu meter persegi, ada peternakan, ada ayam, kambing, sayuran dan ke depan ada biogas dari kotoran ternak," imbuh Muhamad Sayidil 


    Drh. Eka Haris Suparman, Pejabat Fungsional Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Kementerian Pertanian RI mengatakan, pertanian terpadu sangat strategis, karena petani bisa mendapat penghasilan yang berkelanjutan, mulai penghasilan harian, mingguan, bulanan dan tahunan serta berkelanjutan



    "Penghasilan harian contohnya ayam petelur, sayuran bisa mingguan, bulanan dari ternak, tahunan bisa menghasilkan penghasilan yang lumayan, ia berharap, petani ke depan harus bisa mandiri atau memiliki keswadayaan. Petani tidak boleh memiliki ketergantungan terhadap yang lain, termasuk minta bantuan kepada pemerintah harus dihindari peran strategis dari BPSDMP untuk membangun SDM yang kompeten dalam pertanian yang terintegrasi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat," tegas Eka Haris Suparman 


    Sementara itu Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari berharap, melalui kegiatan TOT ini bisa mencetak generasi muda menjadi petani milenial yang bisa memanfaatkan dengan metode teknologi modern.


    Dengan adanya kemajuan teknologi, maka di bidang pertanian pun harus memanfaatkan teknologi, termasuk juga alat-alat pertanian yang digunakan. "Harapannya, peserta TOT bisa menjadi trainer di masing-masing wilayah, sehingga semakin banyak generasi milenial yang tertarik bertani untuk mendukung program dalam mewujudkan swasembada pangan nasional,"pungkasnya


    (Prawoto)

    Komentar

    Tampilkan