Nias Selatan – Upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dilakukan. Salah satunya melalui kegiatan evaluasi yang digelar Yayasan Kemala Bhayangkari bersama SPPG 16 Merah Putih Somambawa Polres Nias Selatan di Kecamatan Somambawa, Kabupaten Nias Selatan, Sabtu (25/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di SPPG 16 Merah Putih Somambawa, Jalan Tetehosi, Desa Oladano, dihadiri Wakapolres Nias Selatan selaku Ketua Satgas MBG Polres Nias Selatan beserta jajaran, unsur kecamatan, Kapolsek Lahusa, Korcab SPPG, mitra SPPG, perwakilan Yayasan Kemala Bhayangkari, kepala sekolah, relawan, tokoh masyarakat, insan pers, serta undangan lainnya.
Evaluasi ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam menyukseskan program strategis pemerintah tersebut, yang bertujuan meningkatkan kesehatan, pertumbuhan, serta kecerdasan generasi muda melalui asupan gizi yang seimbang.
Selain meninjau pelaksanaan di lapangan, forum ini juga dimanfaatkan sebagai ruang terbuka untuk menampung berbagai masukan, kritik, dan saran dari para peserta. Hal ini penting guna meningkatkan kualitas layanan ke depan, sekaligus memberikan pemahaman terkait pembaruan petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional (BGN) serta surat edaran terbaru yang berkaitan dengan pelaksanaan program MBG.
Kepala SPPG 16 Merah Putih Somambawa, Isman Julfianus Telaumbanua, S.M., menyampaikan bahwa evaluasi rutin sangat dibutuhkan untuk memperkuat koordinasi antar pihak yang terlibat. Ia menegaskan, selama sekitar dua bulan pelaksanaan, pihaknya terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada para penerima manfaat.
Menurutnya, apabila ditemukan kendala seperti kualitas makanan yang kurang layak, menu yang tidak sesuai, maupun masalah distribusi, pihak sekolah diharapkan segera melaporkannya agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat.
“Secara umum program ini berjalan dengan baik. Namun kami sangat terbuka terhadap setiap masukan agar pelaksanaan ke depan bisa lebih optimal,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan, saat ini alokasi anggaran MBG ditetapkan sebesar Rp10 ribu untuk porsi besar dan Rp8 ribu untuk porsi kecil, dengan variasi menu yang terus dikembangkan agar siswa tidak merasa bosan.
Sementara itu, Wakapolres Nias Selatan selaku Ketua Satgas MBG menegaskan pentingnya pengawasan dalam pelaksanaan program tersebut. Ia menyebut, sebagai program dari pemerintah pusat, MBG harus dijalankan sesuai petunjuk teknis yang berlaku.
“Selama lebih dari satu bulan berjalan, pemantauan terus dilakukan. Koordinasi antar pihak harus tetap terjaga agar setiap kendala bisa segera diselesaikan,” tegasnya.
Para kepala sekolah se-Kecamatan Somambawa turut mengapresiasi keberadaan program ini. Mereka menilai MBG tidak hanya membantu pemenuhan gizi siswa, tetapi juga mengurangi kebiasaan jajan sembarangan di luar lingkungan sekolah.
Di sisi lain, mitra SPPG 16 Somambawa menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjaga kualitas makanan, pengelolaan dapur, serta ketepatan distribusi. Seluruh pihak diminta aktif melaporkan jika terdapat kekurangan agar segera diperbaiki.
“Program ini adalah tanggung jawab bersama. Jika ada kendala setelah pendistribusian, segera koordinasikan agar kualitas tetap terjaga,” ungkapnya.
Perwakilan insan pers, Markus Duha, juga memberikan apresiasi terhadap kegiatan evaluasi tersebut. Ia menilai langkah ini mencerminkan keseriusan penyelenggara dalam memastikan program berjalan tepat sasaran dan terus mengalami peningkatan.
Menurutnya, forum evaluasi sangat penting sebagai sarana menerima masukan dari sekolah penerima manfaat demi menjaga mutu makanan, kebersihan, serta ketepatan distribusi.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan ditutup dengan komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas Program Makan Bergizi Gratis agar semakin bermanfaat bagi dunia pendidikan di Kabupaten Nias Selatan.
(Charisma Putra Baene)





.jpg)


