KENDAL - Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menegaskan longsor di Sukorejo terjadi murni akibat faktor alam. Pernyataan tersebut disampaikannya saat meninjau penanganan longsor di Sungai Terong, Desa Genting Gunung, Kecamatan Sukorejo, Kamis, 5 Februari 2026.
Longsor tersebut menyebabkan material tanah dan puluhan pohon tumbang menutup aliran sungai. “Kejadian longsor ini murni akibat curah hujan yang tinggi,” kata Bupati.
Ia menegaskan tidak ada aktivitas pembalakan liar maupun pertambangan di lokasi kejadian. Menurutnya, kemiringan tebing membuat tanah tidak mampu menahan beban pepohonan.
Peninjauan dilakukan bersamaan dengan kerja bakti pembersihan material longsor berupa tanah dan puluhan pohon yang menutup aliran Sungai Terong. Kondisi tersebut dikhawatirkan memicu banjir bandang saat hujan deras.
Lebih dari seratus warga terlibat dalam kerja bakti penanganan longsor. Mereka dibantu aparat TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, Damkar, PMI, Perhutani, serta perangkat desa dan kecamatan.
Kepala Desa Genting Gunung, Rudi Darmawan, menyebut lokasi longsor berada di kawasan hutan lindung yang jauh dari permukiman warga dan lahan pertanian. Namun, pohon tumbang sempat membendung aliran sungai.
“Kemarin waktu hujan, akibat sungai terbendung, airnya meluap. Warga mengungsi karena takut terjadi banjir bandang," jelasnya.
Sementara, Penjabat Sekretaris Daerah Kendal, Agus Dwi Lestari, mengatakan longsor berdampak pada kerusakan jaringan pipa air bersih. Akibatnya, pasokan air bersih warga sementara terganggu untuk sementara waktu.
Pemerintah Kabupaten Kendal memastikan perbaikan jaringan air bersih segera dilakukan. "Di situ juga ada jaringan pipa air bersih ke warga, juga putus, sehingga harus segera dibetulkan,"pungkasnya
(Prawoto)



