• Jelajahi

    Copyright © Postnewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Bupati Kendal Hadiri Bersatu Siaga Jadi Ruang Aksi dan Aspirasi Warga Karanganom

    Friday, January 30, 2026, 15:57 WIB Last Updated 2026-01-31T09:13:38Z

    KENDAL - Terkait memperkuat budaya gotong royong sekaligus membuka ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat terus dilakukan Pemkab Kendal melalui program Bersatu Siaga (Bersih Desa Tampung Aspirasi Warga).


    Program ini tidak hanya menitikberatkan pada kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi wadah menyerap berbagai persoalan yang dihadapi warga di tingkat desa.


    Bersatu Siaga kali ini digelar di Desa Karanganom, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, Jumat (30/1/2026) Pagi


    Dengan mengusung tema “Integrasi Pertanian, Lingkungan, dan Kesejahteraan Masyarakat Desa Menuju Desa yang Berdikari”.


    Warga bersama jajaran pemerintah tampak turun langsung melakukan kerja bakti sekaligus berdiskusi terkait isu-isu lokal.


    Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menegaskan bahwa persoalan sampah menjadi tantangan serius yang saat ini dihadapi daerah, terlebih pada musim penghujan yang rawan memicu banjir akibat saluran air tersumbat.


    “Permasalahan sampah ini tidak bisa hanya diserahkan ke pemerintah. Harus dimulai dari rumah tangga, dari kebiasaan sederhana seperti memilah sampah dan mengurangi plastik,” ujar Bupati Kendal.


    Ia optimistis Desa Karanganom mampu menjadi contoh penanganan persoalan lingkungan berbasis partisipasi warga.


    Menurutnya, kekuatan desa terletak pada kebersamaan dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungannya sendiri.


    “Kalau dilakukan bersama-sama, saya yakin masalah ini bisa diselesaikan. Kerja bakti dan gotong royong harus terus dihidupkan,” katanya.


    Bupati juga mendorong agar kegiatan bersih desa tidak bersifat seremonial dan hanya dilakukan saat Bersatu Siaga. Ia meminta seluruh desa di Kabupaten Kendal menjadwalkan kegiatan kebersihan secara rutin.


    “Saya minta camat memantau pelaksanaan bersih desa di wilayah masing-masing dan melaporkan perkembangannya setiap minggu,” tegasnya.


    Sementara itu, Penjabat Sekda Kendal Agus Dwi Lestari menilai Bersatu Siaga efektif sebagai sarana mendekatkan pemerintah dengan masyarakat.


    Menurutnya, berbagai persoalan bisa teridentifikasi lebih awal sehingga penanganannya lebih tepat sasaran.


    “Program ini tidak hanya membersihkan lingkungan, tapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan secara berkelanjutan,” ungkap Agus.


    Dari sisi wilayah, Camat Weleri Dwi Cahyono Suryo menyampaikan bahwa sejumlah aspirasi mencuat dalam kegiatan tersebut, mulai dari sedimentasi sungai, kerusakan jalan, pengelolaan sampah, hingga kebutuhan lahan untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).


    “Terkait jalan rusak sudah kami sampaikan dan langsung ditanggapi. Bahkan beberapa ruas jalan kabupaten sudah dilakukan penambalan,” jelasnya.


    Adapun untuk persoalan sampah, Camat Weleri menyebut pemerintah desa telah diarahkan melakukan pemilahan sejak dari rumah tangga serta pengolahan melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).


    “Di Penyangkringan sudah ada TPS3R yang dikelola Bumdes dan siap menampung sampah tingkat kecamatan. Tantangannya sekarang adalah perubahan perilaku warga,” katanya.


    Selain itu, sejumlah kepala desa juga menyampaikan kendala penyediaan lahan KDMP, terutama terkait status lahan sawah dilindungi (LSD), LP2B, serta keterbatasan luasan lahan yang belum memenuhi standar minimal.


    “Ini perlu dicarikan solusi bersama agar program bisa berjalan tanpa melanggar aturan dan hukum yang ada,"pungkasnya 


    (Prawoto)

    Komentar

    Tampilkan