Cilegon - Sejumlah guru honorer Madrasah seKota Cilegon resah sehubungan belum Dicairkannya Bantuan Upah Subsidi atau BSU via sejumlah Bank terutama Bank BJB Kota Cilegon.
Dengan alasan yang dianggap tidak jelas molornya waktu pencairan dianggap menghambat perekonomian guru guru madrasah terutama guru guru Madrasah Tsanawiyah.
"Guru juga punya keluarga yang harus dinafkahi,guru dituntut kerja profesional tapi kesejahteraan guru diabaikan" ujar Guru berinisial H yang enggan disebutkan namanya,Rabu 29/01/2026.
"Kalau melihat dari kinerja perbankan di kota Cilegon ini sebenarnya tidak patut disalahkan,namun pada faktanya selain bank BJB semua lancar dan sudah banyak yang cair,namun mengapa kok bjb takunjung cair,sementara guru yang rekeningnya bank mandiri sudah pada cair"ujarnya lagi.
Salah satu guru madrasah Tsanawiyah kota Cilegon berinisial JN juga memaparkan kalau isu pencairan di bank BJB sudah santer.
"Isu pencairan BSU dari bank BJB sudah santer terdengar infonya,namun ternyata itu hanya angin syurga yang dihembuskan untuk menenangkan para guru madrasah" paparnya.
"Selain dari masalah BSU juga ditambah masalah honor guru madrasah terkesan disepelekan,banyak guru madrasah di sejumlah madrasah baik itu MI,MTs,MA berbulan bulan belum menerima honornya,dengan alasan yang tidak masuk akal sehat,jadi bagaimana kami mau mengajar secara profesional kalau kesejahteraan kami sebagai guru diabaikan,kami juga manusia yang punya kebutuhan,punya tanggungan,punya keluarga yang harus kami nafkahi setiap harinya"paparnya lagi.
"Melalui media pemberitaan ini semoga keluh kesah kami sebagai guru honorer di madrasah dapat tersampaikan kepada pemerintah dan kepada pejabat terkait agar benar benar memperhatikan kesejahteraan kami selaku guru honorer"pungkasnya.
(F.G)





