• Jelajahi

    Copyright © Postnewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Dua Sungai Besar Ancam Keselamatan Warga Hiliotalua, LIRA Nias Dorong Pembangunan Jembatan Gantung

    Postnewstv.co.id
    Selasa, 20 Oktober 2026, 11:50 WIB Last Updated 2026-10-20T04:50:51Z

    KABUPATEN NIAS – Warga Dusun Hiliotalua, Desa Holi, Kecamatan Ulugawo, Kabupaten Nias, menghadapi kesulitan akses transportasi karena harus menyeberangi Sungai Idanogawo dan Sungai Mesiwa untuk menuju SD Negeri 078506 Hiliotalua maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan saat musim hujan ketika debit air kedua sungai meningkat, sehingga warga, termasuk anak-anak sekolah dan tenaga pendidik, berisiko menghadapi bahaya saat menyeberang. Karena itu, pihak sekolah, warga, dan DPD LIRA Nias berharap pemerintah memberikan perhatian melalui pembangunan jembatan gantung.


    Kepala SD Negeri 078506 Hiliotalua, Meiberita Lase, S.Pd., SD, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut kerap menghambat aktivitas belajar mengajar, terutama ketika kedua sungai mengalami banjir.


    “Sering kali kami para guru mengalami kesulitan menyeberangi sungai saat banjir. Kondisi ini mengganggu aktivitas mengajar di sekolah,” ujarnya saat dimintai keterangan, Senin (19/10/2026).


    Ia berharap pemerintah dapat memberikan solusi melalui pembangunan jembatan gantung, salah satunya dengan mengusulkan dukungan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).


    Menurutnya, jembatan gantung sangat dibutuhkan karena menjadi akses penting bagi guru dan peserta didik untuk mencapai lokasi sekolah dengan lebih aman, terutama saat kondisi cuaca tidak bersahabat.


    Keluhan serupa disampaikan warga Hiliotalua yang ditemui tim DPD LIRA Nias saat menyeberangi Sungai Idanogawo dan Sungai Mesiwa. Warga mengaku harus melewati kedua sungai tersebut ketika hendak berbelanja ke pekan maupun menjalankan aktivitas sehari-hari.


    “Kalau musim hujan, kami tidak bisa menyeberang karena luapan air kedua sungai sangat besar,” keluh seorang warga.


    Warga juga mengungkapkan kekhawatiran terhadap keselamatan anak-anak mereka yang setiap hari harus melewati kedua sungai tersebut untuk pergi dan pulang sekolah. Mereka berharap pemerintah segera memperhatikan kondisi itu dengan membangun jembatan gantung sebagai sarana penyeberangan yang lebih aman.


    Sementara itu, tim DPD LIRA Nias, Aroziduhu Gulo, membenarkan bahwa akses menuju SD Negeri 078506 Hiliotalua membutuhkan perhatian serius. Berdasarkan pengamatan tim di lapangan, keberadaan dua sungai besar menjadi salah satu kendala utama mobilitas masyarakat di wilayah tersebut.


    Selain persoalan penyeberangan sungai, tim DPD LIRA Nias juga menyoroti kondisi jalan menuju Dusun Hiliotalua, Desa Holi, yang masih membutuhkan peningkatan dan pemeliharaan. Jalan yang disebut telah dibangun melalui anggaran Dana Desa (DD) itu terlihat belum terpelihara dengan baik berdasarkan pantauan tim di lapangan.


    DPD LIRA Nias berharap pemerintah desa dan pemerintah terkait dapat mengevaluasi kondisi infrastruktur tersebut serta mengupayakan perbaikan secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat dan kemampuan anggaran.


    LIRA Nias juga mendorong agar program Dana Desa dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pembangunan dan peningkatan kualitas infrastruktur pedesaan, mulai dari pembukaan badan jalan, pengerasan jalan, pembangunan jalan dengan konstruksi Telford, rabat beton, hingga pengaspalan sesuai kondisi dan kebutuhan wilayah.


    Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan diharapkan tidak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga mendukung akses pendidikan, aktivitas ekonomi, serta keselamatan masyarakat, khususnya warga Dusun Hiliotalua yang selama ini bergantung pada penyeberangan Sungai Idanogawo dan Sungai Mesiwa.


    (Tim)

    Komentar

    Tampilkan