KENDAL - Terkait tingginya angka penderita tuberkulosis /TBC dan stunting di Kabupaten Kendal menjadi perhatian yang serius agar segera ditangani secara menyeluruh
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Daerah Kendal, jumlah penderita TBC pada tahun 2025 mencapai 2,367 kasus Sementara itu hingga Maret 2026 sudah terdata sebanyak 440 kasus. Disisi lain angka stunting di Kendal juga masih cukup tinggi yakni mencapai 6,855 kasus
Sebagai langka strategis dalam menekan angka tersebut Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) terus digencarkan oleh Anggota DPR-RI Komisi IX, Muh Haris di Desa Rejosari, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, Jumat (3/4/2026) Pukul 13:30 WIB
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan serta mencegah penyakit menular seperti tuberkulosis (TBC) dan stunting.
Anggota DPR-RI Komisi IX dari Partai PKS Muh Haris menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat yang masih dalam suasana Idul Fitri. Ia mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, penerapan Germas sangat penting untuk mencegah berbagai penyakit, termasuk TBC dan stunting yang hingga kini masih menjadi tantangan kesehatan di Indonesia.
Muh Haris mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini menjadi negara dengan jumlah penderita TBC terbesar kedua di dunia setelah India. Sementara itu, Provinsi Jawa Tengah menempati posisi kelima dengan jumlah kasus TBC terbanyak di Indonesia.
Ia juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini, menjaga kebersihan lingkungan, serta menerapkan pola hidup sehat guna mencegah penularan penyakit tersebut.
“Karena itu edukasi kesehatan kepada masyarakat sangat diperlukan. Masyarakat harus lebih konsen terhadap TBC dalam aktivitas sehari-hari,"terang Muh Haris.
Komitmen bersama dukungan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Penandatanganan dilakukan oleh sejumlah pihak, antara lain Anggota DPRD Kendal dari Partai PKS, Sekretaris Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Kendal, Poltekkes Kemenkes Semarang serta perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jateng
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yuni Rahayu Ningtias, menyampaikan bahwa jumlah kasus TBC di Jawa Tengah terus diperbarui melalui kegiatan skrining dan pemeriksaan kesehatan di masyarakat.
"Melalui skrining kesehatan di masyarakat, kasus TBC bisa terdeteksi lebih dini sehingga dapat segera dilakukan upaya pencegahan dan pengobatan tindak lanjut. Selain itu, pihaknya juga terus meningkatkan sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di berbagai daerah untuk menekan angka penyebaran TBC di Jateng
Yuni menambahkan, untuk kasus stunting, prevalensi stunting Jawa Tengah berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 tercatat sebesar 17,1 persen. Angka tersebut menunjukkan adanya perbaikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Sedangkan berdasarkan data penimbangan balita di posyandu di tahun 2025, angka stunting di Jateng berada di kisaran 10 persen dari total balita atau sekitar 190 ribu anak namun jumlah tersebut bersifat fluktuatif, bisa naik maupun turun sewaktu waktu,"pungkasnya
(Prawoto)


.jpg)


