KENDAL - Sebanyak 285 peserta mengikuti seleksi awal calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kendal tahun 2026.
Seleksi berupa tes pengetahuan Pancasila dan wawasan kebangsaan tersebut digelar di Pendopo Tumenggung Bahurekso, Kabupaten Kendal, Rabu (1/4/2026).
Para peserta terdiri dari 169 putra dan 116 putri yang berasal dari berbagai sekolah di wilayah Kendal. Tes dilaksanakan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT), yang memungkinkan hasil ujian dapat diketahui secara cepat, transparan, dan akurat. Ujian berlangsung selama satu jam sebagai tahapan awal dalam proses seleksi Paskibraka tingkat kabupaten.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, dan dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kendal. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan harapan besar agar pada tahun ini ada perwakilan dari Kendal yang mampu menembus seleksi hingga tingkat nasional.
“Harapannya, dari Kendal ada yang bisa lolos ke tingkat provinsi bahkan nasional. Oleh karena itu, seleksi di tingkat kabupaten ini harus benar-benar menghasilkan peserta terbaik,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara ketat dan objektif guna menjaring calon Paskibraka yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter, kedisiplinan, serta jiwa nasionalisme yang kuat.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kendal, Alfebian Yulando, menjelaskan bahwa tes Pancasila dan wawasan kebangsaan ini merupakan tahap awal dari rangkaian seleksi. Peserta yang dinyatakan lolos harus memenuhi nilai ambang batas atau passing grade minimal 70.
“Peserta yang memenuhi nilai minimal akan mengikuti tahapan berikutnya, yaitu tes intelegensia yang dijadwalkan berlangsung keesokan harinya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Alfebian menyebut bahwa untuk dapat lolos hingga tingkat nasional, peserta harus melalui tahapan seleksi berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi. Persaingan di tingkat provinsi pun dinilai cukup ketat, dengan berbagai kriteria tambahan yang harus dipenuhi.
“Selain postur fisik dan kondisi psikis yang ideal, peserta juga harus memiliki kemampuan tambahan seperti bakat dan penguasaan bahasa asing. Di tingkat provinsi ada tes minat bakat serta kemampuan bahasa, seperti bahasa Inggris, Korea, dan lainnya,” terangnya.
Ia menambahkan bahwa kemampuan tersebut menjadi nilai tambah yang penting dalam seleksi menuju tingkat nasional, mengingat peran Paskibraka tidak hanya sebagai pengibar bendera, tetapi juga sebagai duta pelajar yang mewakili daerah.
Untuk tahun 2026, jumlah anggota Paskibraka Kabupaten Kendal yang akan dipilih sebanyak 70 personel. Mereka nantinya akan bertugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka pada upacara peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Kendal.
Dengan sistem seleksi yang transparan dan berjenjang, diharapkan proses penjaringan calon Paskibraka tahun ini mampu menghasilkan generasi muda terbaik yang tidak hanya unggul secara fisik dan intelektual, tetapi juga memiliki semangat kebangsaan yang tinggi serta siap mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi,"pungkasnya
(Prawoto)

.jpg)


