Cilegon - Janji manis akan lancarnya honor terhadap guru ternyata dirasakan semua oleh sebagian guru madrasah di kota Cilegon adalah hanya angin syurga atah isapan jempol belaka.
Angin syurga atau isapan jempol bukan hanya suatu perumpamaan namun fakta yang dirasakan sebagian guru dikota Cilegon.
"Kami heran mengapa kok sepertinya guru guru honorer yang ada dilingkungan Kemenag khusus Kemenag Kota Cilegon seperti anak tiri saja" ujar Guru MTs berinisial A.M, minggu 8/02/2026.
"Sudah mah dari sekolah berbulan bulan belum dibayar honor kami,Honor Daerahpun entah kapan cairnya,ditambah Bantuan Subsidi Upah (BSU) juga hanya angin syurga yang datang dan berlalu tanpa fakta" ujarnya lagi.
Apa yang dikeluhkan A,M juga dikeluhkan oleh ratusan guru madrasah di kota Cilegon.
"Kalau selalu begini terus keluarga kami makan dari mana,perut kami tak bisa terus terusan menunggu dengan sabar,apalagi menghadapi Punggahan,puasa dan hari raya idul Fitri,dari mana kami memenuhi kebutuhan itu semua,madrasah tempat kami ngajar seakan tidak punya mata dan hati pada kami,eh pemerintah pun hanya janji dan janji,tunggu dan tunggu,sabar dan sabar sampai kapan kami harus menunggu dan sabar honor kami dibayarkan dan BSU dicairkan"S.E menambahkan keterangan rekannya.
"Kami merasa terjolimi,tenaga dan fikiran kami terasa tak dihargai oleh para kamad juga para pegawai Kemenag,kami dan keluarga juga butuh makan"ujarnya lagi.
Pantauan awak media mendapatkan bahwa banyak guru honorer terutama guru madrasah Tsanawiyah yang diabaikan honornya,hingga kesulitan hidup kerap dialami oleh para guru honorer.
(Tim)





