Tanjungbalai - Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Datuk Bandar bersama Sat Reskrim Polres Tanjung Balai berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan pengunjung cafe. Dua orang pelaku, yang terdiri dari seorang pria dan seorang wanita, berhasil diamankan petugas di lokasi persembunyian mereka, Kamis (26/2) malam.
Kapolsek Datuk Bandar, AKP JH. Turnip, SE, mengonfirmasi penangkapan tersebut. Pelaku yang diamankan adalah HS (35), warga Deli Serdang, dan M (24), warga Asahan. Keduanya diduga kuat bekerja sama menggasak satu unit sepeda motor Yamaha N-Max milik seorang mahasiswa bernama Dio Ramadhan (24).
"Modus operandi yang digunakan kedua pelaku adalah dengan berpura-pura menjadi pelanggan di Strong Cafe, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Sijambi. Saat situasi di parkiran dirasa aman, keduanya langsung membawa kabur motor korban," ujar AKP JH. Turnip.
Peristiwa pencurian tersebut terjadi pada Rabu (25/2) malam sekitar pukul 23.20 WIB. Aksi keduanya ternyata terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV) yang ada di lokasi kejadian. Berbekal rekaman tersebut dan hasil penyelidikan di lapangan, polisi kemudian melakukan pengejaran.
Hanya dalam waktu kurang dari 24 jam, petugas berhasil mengendus keberadaan pelaku. Melalui aksi pengintaian dan strategi undercover (penyamaran), tim gabungan meringkus kedua pelaku di sebuah rumah di Dusun XI, Desa Sei Dua Hulu, Kecamatan Simpang Empat.
Dari tangan para pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya 1 Unit Yamaha N-Max warna hijau milik korban (Sesuai STNK), 1 Unit Yamaha Mio Gear warna merah (kendaraan yang digunakan pelaku saat beraksi), 1 Unit Handphone dan Surat-surat kendaraan (BPKB & STNK).
"Saat diinterogasi awal, kedua pelaku mengakui perbuatannya. Akibat pencurian ini, korban mengalami kerugian materil yang ditaksir mencapai Rp38 juta," tambah Kapolsek.
Saat ini, HS dan M beserta barang bukti telah diamankan di Mapolsek Datuk Bandar untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Keduanya terancam dijerat dengan pasal pencurian dengan pemberatan.
(Nia saragih).



