• Jelajahi

    Copyright © Postnewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    DPD LIRA Nias Soroti Pasar Malam Hiliweto Gido, Dinilai Tidak Berdampak dan Ganggu Warga

    Postnewstv.co.id
    Thursday, May 21, 2026, 08:25 WIB Last Updated 2026-05-21T01:25:28Z

    Kabupaten Nias – Kehadiran pasar malam di Lapangan Beringin, Hiliweto Gido, Kabupaten Nias, menuai sorotan dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Nias.


    Bupati DPD LIRA Nias, Denius Gulo, menilai aktivitas pasar malam tersebut tidak memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Bahkan, menurutnya, justru cenderung menguras keuangan warga.


    “Dengan adanya pasar malam ini, bukan meningkatkan ekonomi masyarakat, tetapi justru menguras pengeluaran warga. Warung-warung di sekitar juga terlihat sepi pembeli,” ujar Denius Gulo di Sekretariat LIRA, Jalan Maduma Nomor 2, Hiliweto Gido, Rabu (20/05/2026).


    Ia menjelaskan, mayoritas masyarakat Kabupaten Nias berpenghasilan sebagai petani sawah, petani karet, serta penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), dengan sebagian kecil berstatus ASN. Kondisi tersebut dinilai tidak sebanding dengan aktivitas konsumtif yang ditimbulkan oleh pasar malam.


    Selain berdampak pada ekonomi, Denius juga menyoroti keberadaan pasar malam yang berdekatan dengan Puskesmas Hiliweto Gido. Ia menilai aktivitas tersebut berpotensi mengganggu pelayanan kesehatan, khususnya bagi pasien rawat inap akibat kebisingan.


    “Ini juga mengganggu kenyamanan pasien di puskesmas, terutama pada malam hari,” ungkapnya.


    Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah warga yang mengaku aktivitas ibadah rutin, baik harian maupun mingguan, terganggu akibat suara musik dan keramaian dari lokasi pasar malam.


    Pantauan di lokasi menunjukkan jumlah pengunjung pasar malam relatif sepi. Hal ini, menurut Denius, menjadi indikasi bahwa kondisi ekonomi masyarakat sedang tidak stabil.


    Ia menegaskan bahwa pihaknya bukan menolak keberadaan pasar malam, namun meminta adanya pertimbangan terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat setempat.


    “Kami tidak alergi dengan pasar malam, tetapi kondisi ekonomi masyarakat saat ini sedang tidak baik. Ini yang perlu menjadi perhatian bersama,” katanya.


    Lebih lanjut, Denius juga menyoroti adanya permainan berhadiah yang diduga melibatkan anak-anak sekolah dengan sistem taruhan uang.


    “Ini perlu diawasi, karena bisa berdampak buruk, terutama bagi anak-anak dan remaja,” tegasnya.


    Ia pun mengimbau masyarakat, khususnya keluarga berpenghasilan rendah dan penerima PKH, agar lebih bijak dalam mengelola keuangan dan mengutamakan kebutuhan keluarga.


    Sementara itu, berdasarkan informasi dari warga, terdapat pengunjung yang menghabiskan uang hingga Rp1,4 juta hanya untuk bermain di arena pasar malam.


    (Tim)

    Komentar

    Tampilkan